03 April 2025

Get In Touch

Tujuh Prajurit TNI AL Cedera Saat Bongkar Pagar Laut Tangerang

Tujuh Prajurit TNI AL Cedera Saat Bongkar Pagar Laut Tangerang

TANGERANG (Lentera) -Tujuh anggota TNI Angkatan Laut (AL) mengalami cedera dalam pencabutan pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, yang berlangsung sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari 2025.

Asisten Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut (Aspotmar Kasal) Mayjen TNI (Mar) Dr. Hermanto menjelaskan, cedera yang dialami anggotanya disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk sengatan ikan pari, tersangkut kail pancing, dan tersayat bilah bambu.

“Tiga anggota terkena sengatan ikan pari, dua anggota terkena kail pancing, dan dua anggota lagi tangannya tersayat bilah bambu,” ungkap Hermanto di Posal Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/2/2025).

Dari tujuh anggota yang mengalami cedera, tiga di antaranya masih menjalani perawatan medis.

Salah satu prajurit bahkan harus menjalani operasi akibat luka serius dari kail pancing.

“Untuk hari ini, masih ada tiga yang dirawat. Salah satunya itu kemarin terkena kail pancing dan akan dilaksanakan operasi,” tambahnya.

Selain risiko cedera, anggota TNI AL juga menghadapi kendala lainnya selama operasi pencabutan pagar laut.

Faktor cuaca yang tidak menentu dan kondisi laut yang dangkal menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

“Cuaca buruk membuat kami hanya bisa bekerja dua sampai tiga hari dalam seminggu,” ucap Hermanto.

“Selain itu, di beberapa titik, seperti Kohod dan Mauk, kedalaman air sangat dangkal, hanya sepinggang, sehingga menyulitkan pencabutan pagar,” jelas Hermanto.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, operasi pencabutan pagar laut tetap dilanjutkan.

Awalnya, operasi ini ditargetkan selesai dalam 10 hari, namun akibat berbagai hambatan, pelaksanaannya molor menjadi 11 hari kerja.

“Kami mulai melaksanakan operasi dari tanggal 22 Januari 2025 sampai dengan hari ini tanggal 13 Februari 2025. Kurang lebih selama 11 hari kerja,” ucapnya.

Sebelumnya, pagar laut yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di perairan Kabupaten Tangerang telah selesai dibongkar pada Kamis (13/2/2025).

Pagar berbahan bambu tersebut terakhir kali sudah tercabut sepanjang 28,8 km, sehingga kini tersisa 1,36 km dari total panjang pagar.

“Pada hari ini insya Allah akan selesai, yang tinggal tersisa satu kilometer. Ini tentu kami akan tuntaskan melihat dari cuaca saat ini cukup cerah,” jelas Hermanto, dikutip dari Kompas.

Adapun sisa 1,36 km pagar laut yang belum dibongkar berada di kawasan Desa Muncung, Kecamatan Kronjo. Dia memastikan bahwa pembongkaran akan tuntas pada hari ini.

Dengan selesainya pembongkaran sebagian besar pagar laut, pihak TNI AL berharap para nelayan dapat kembali melaut dengan lebih leluasa tanpa hambatan.

“Para nelayan bisa bekerja lagi, dan senang bisa melihat nelayan bisa kembali melaut. Dimana pagar ini tadinya mempersulit masyarakat nelayan untuk mencari ikan,” kata Hermanto.

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.