Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran, Dishub Kabupaten Malang Siapkan Jalur Alternatif

MALANG (Lentera) - Prediksi lonjakan arus lalu lintas H+1 Lebaran menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang dan Satlantas Polres Malang. Sejumlah rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif telah disiapkan untuk mengurai kemacetan di jalur utama. Terutama bagi kendaraan yang hendak menuju Kota Batu, Surabaya, serta kawasan pantai selatan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Malang, Willy Deni Permana, mengungkapkan pihaknya telah menyusun skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada H+1 Lebaran.
"Beberapa jalur alternatif sudah kami siapkan untuk menghindari penumpukan di jalur utama," ujarnya, Selasa (1/4/2025).
Bagi pengendara yang menuju Kota Batu dari arah timur, Willy menyampaikan Dishub akan mengarahkan kendaraan melalui simpang perempatan Kepuharjo ke kiri menuju NK Cafe, lalu tembus ke Pospam Pendem.
Sementara itu, kendaraan dari arah Batu menuju Surabaya akan diarahkan ke jalur utara melalui Desa Langlang, kemudian masuk ke Jalan Tumapel dekat Kantor Kecamatan Singosari, hingga akhirnya kembali ke jalan nasional menuju Lawang. "Dari situ, pengendara bisa masuk ke Gerbang Tol Lawang, menyesuaikan," jelas Willy.
Selain jalur ke Kota Batu dan Surabaya, perhatian juga diberikan pada jalur menuju kawasan pantai selatan. Berdasarkan hasil survei Dishub bersama Satlantas Polres Malang, menurutnya ditemukan pelebaran jalan oleh Balai Besar Pengelola Jalan Nasional (B2PJN) di sepanjang 32 kilometer dari simpang empat Gondanglegi hingga simpang empat Balekambang masih berlangsung.
"Di jalur ini, terdapat dua lot pekerjaan, yakni Lot 16 A dari simpang empat Gondanglegi hingga Makam Bantur yang relatif masih aman dilewati meski ada beberapa titik jalan berlubang. Namun, Lot 16 B dari Makam Bantur hingga simpang empat Balekambang kondisinya lebih parah karena ada pekerjaan jalan," paparnya.
Willy mengimbau pengendara dengan kendaraan bersuspensi rendah agar tidak melalui jalur tersebut, karena permukaan jalan yang bergelombang dan belum sepenuhnya siap.
Sebagai alternatif, pengendara yang ingin menuju pantai selatan dapat melewati jalur timur melalui Kecamatan Turen, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), hingga ke Jalur Lintas Selatan (JLS). Alternatif lain, bagi pengendara dari arah tengah, bisa melewati Kepanjen, Pagak, dan Sumakul sebelum mencapai JLS.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Ipda Andi Agung, menjelaskan pihaknya juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di jalur tol jika terjadi kepadatan arus balik. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah ruas Tol Singosari.
"Jika volume kendaraan mencapai 1.500 kendaraan per jam atau antrean kendaraan dari tol ke arah Batu sudah mendekati rel kereta api Karanglo, kami akan berkoordinasi dengan pengelola tol Jasa Marga untuk mengalihkan kendaraan keluar melalui Tol Pakis dan Malang, lewat exit Tol Madyopuro," ungkapnya.
Langkah ini, menurut Andi, pernah diterapkan dalam beberapa tahun lalu dan terbukti efektif dalam mengurangi kepadatan. "Dalam rentang waktu 30 menit, rekayasa ini bisa mengurangi antrean secara signifikan," tambahnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Widyawati