05 April 2025

Get In Touch

Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan Episentrum Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan Episentrum Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Oleh: Nurareni Widi Astuti, SE, MSi
Mahasiswa Program Doktoral
Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya

 

Pendahuluan

Jawa Timur telah lama menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang selalu berada di peringkat kedua setelah DKI Jakarta. Keunggulan geografisnya sebagai gerbang utama perdagangan ke Indonesia Timur, serta infrastruktur logistik yang mumpuni seperti Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Internasional Juanda, menjadikan provinsi ini memiliki peran strategis dalam rantai pasok industri dan perdagangan. Namun, dalam era transformasi ekonomi dan perubahan geopolitik, penting bagi Jawa Timur untuk tidak sekadar menjadi penopang, tetapi juga mengambil peran lebih besar sebagai episentrum ekonomi nasional. Dalam konteks kehumasan, tantangan utama adalah bagaimana membangun citra dan komunikasi yang efektif untuk memperkuat positioning Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Mengkomunikasikan Keunggulan Ekonomi Jawa Timur secara Strategis

Sebagai salah satu pusat ekonomi utama di Indonesia, Jawa Timur memiliki daya tarik investasi yang tinggi berkat infrastruktur logistiknya yang kuat, dominasi sektor UMKM, serta sektor pertanian yang menjadi lumbung pangan nasional. Dengan kontribusi sebesar 25,23% terhadap perekonomian Pulau Jawa dan peran strategisnya dalam distribusi logistik ke Indonesia Timur, Jawa Timur perlu membangun narasi komunikasi yang mampu menarik perhatian investor dan pemangku kepentingan global. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah storytelling berbasis data untuk menunjukkan daya saing ekonomi, seperti tingginya kontribusi sektor UMKM yang mencapai 59,18% terhadap PDRB, efisiensi investasi yang tercermin dari nilai ICOR yang lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, serta keunggulan komoditas strategis seperti produksi padi, jagung, susu, dan telur yang menempati peringkat tertinggi secara nasional.

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mengemas Potensi dalam Branding Daerah

Sektor pariwisata Jawa Timur mengalami pertumbuhan yang signifikan, terutama setelah pandemi yang mengubah preferensi wisatawan ke arah wisata berbasis alam, edukasi, dan pengalaman autentik. Dalam konteks ini, strategi branding dan komunikasi yang kuat sangat diperlukan untuk memperkuat positioning Jawa Timur sebagai destinasi unggulan di Indonesia. Konsep Geopark menjadi salah satu elemen penting dalam membangun citra pariwisata berkelanjutan, mengingat perannya dalam mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Destinasi seperti Geopark Ijen yang telah berstatus UNESCO Global Geopark, serta Geopark Bojonegoro yang sedang dalam tahap pengusulan, menjadi aset yang harus dikelola secara komunikatif agar mendapatkan eksposur yang lebih luas. Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga perlu mendapatkan perhatian khusus dalam strategi kehumasan daerah, mengingat perannya sebagai penggerak utama ekonomi berbasis inovasi, budaya, dan kearifan lokal. Kota-kota seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi telah menunjukkan perkembangan pesat dalam industri kreatif, mulai dari fesyen, kriya, kuliner, hingga ekosistem startup digital. Oleh karena itu, membangun narasi yang mampu mengangkat daya saing produk lokal ke pasar nasional dan internasional menjadi kebutuhan yang mendesak.

Tantangan Ketimpangan dan Strategi Komunikasi Pemerataan Pembangunan

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Jawa Timur adalah ketimpangan ekonomi antara wilayah utara yang lebih maju dan wilayah selatan yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan investasi. Untuk mengatasi hal ini, selain merancang kebijakan pemerataan pembangunan, pemerintah daerah juga perlu membangun strategi komunikasi yang efektif untuk menarik minat investor dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi di wilayah tertinggal. Penguatan citra daerah melalui media massa, kampanye digital, serta diplomasi ekonomi daerah dapat menjadi alat yang efektif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan yang masih tertinggal. Selain itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi harus dikemas dalam strategi komunikasi yang lebih inklusif dan kolaboratif, sehingga pembangunan ekonomi tidak hanya menjadi wacana pemerintah, tetapi juga gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Pembangunan SDM dan Transformasi Digital: Mengkomunikasikan Kesiapan Masa Depan

Dalam menghadapi persaingan global dan revolusi industri 4.0, Jawa Timur harus memperkuat kualitas sumber daya manusia agar lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Meskipun memiliki banyak perguruan tinggi dan lembaga pelatihan kerja, masih terdapat kesenjangan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang menghubungkan dunia pendidikan, industri, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan bahwa SDM Jawa Timur siap menghadapi tantangan masa depan. Penguatan program pendidikan vokasi, kerja sama dengan dunia usaha, serta penciptaan ekosistem startup berbasis teknologi harus dikemas dalam narasi yang menarik bagi generasi muda. Selain itu, pemerintah daerah perlu mengembangkan platform digital yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi, pelatihan, dan peluang kerja dengan lebih mudah, sehingga potensi ekonomi digital di Jawa Timur dapat dimaksimalkan secara optimal.

Kebijakan Pro-Investasi dan Diplomasi Ekonomi Daerah

Dalam upaya meningkatkan daya tarik investasi, reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi menjadi langkah krusial yang harus dikomunikasikan secara luas kepada calon investor. Jawa Timur saat ini menjadi salah satu provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia, namun tantangan birokrasi dan regulasi yang masih kompleks dapat menghambat arus investasi baru. Oleh karena itu, kehumasan pemerintah daerah harus mampu mengedukasi dan menyampaikan pesan yang jelas mengenai kemudahan investasi, insentif bagi sektor berkelanjutan, serta peluang kerja sama ekonomi dengan berbagai negara. Pemanfaatan media internasional, kerja sama dengan komunitas bisnis global, serta partisipasi aktif dalam forum investasi internasional menjadi bagian penting dari strategi diplomasi ekonomi daerah.

Kesimpulan: Menguatkan Narasi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara

Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi nasional, dengan keunggulan geografis, infrastruktur logistik yang mumpuni, serta sektor UMKM dan ekonomi kreatif yang terus berkembang. Namun, untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan strategi komunikasi yang efektif dalam membangun citra daerah yang menarik bagi investor, wisatawan, dan masyarakat luas. Pemerintah daerah harus proaktif dalam mengembangkan strategi kehumasan yang berbasis data, storytelling, serta pemanfaatan teknologi digital agar Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan dan industri, tetapi juga sebagai ekosistem yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Dengan pendekatan komunikasi yang strategis, Jawa Timur dapat semakin memperkuat perannya sebagai gerbang baru Nusantara dan episentrum pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

 

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.