30 August 2025

Get In Touch

Gencarkan Distribusi Beras SPHP, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Kota Malang

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendistribusikan beras SPHP kepada warga di Pasar Murah Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (27/8/2025). (Santi/Lentera)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendistribusikan beras SPHP kepada warga di Pasar Murah Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (27/8/2025). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelar pasar murah di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (27/8/2025). Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menggencarkan distribusi beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

"Sebetulnya intinya adalah bagaimana kita bisa menyiapkan logistik dengan harga yang terjangkau. Jadi beras SPHP ini kan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500. Sebenarnya itu murah, kualitasnya bagus, tetapi susah dijangkau. Maka kami menembus dengan pasar murah ini," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah menyampaikan, pasar murah tidak hanya dilakukan di Kota Malang. Sehari sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Blitar, Tulungagung, hingga Kediri. "Siang sampai sore ini di Kota dan Kabupaten Malang," katanya.

Khofifah berharap, distribusi beras SPHP dari Bulog dapat lebih digencarkan, sebab hingga kini pencairan melalui aplikasi KlikSPHP masih belum berjalan optimal. "Cukup banyak yang sudah apply di aplikasi KlikSPHP. Tetapi tidak mudah pencairannya. Maka kami harus mengatur strategi dengan berbagai pelaksanaan pasar murah seperti ini," jelas Khofifah.

Terkait realisasi distribusi beras SPHP, Khofifah mengungkapkan hingga Selasa (26/8/2025) kemarin baru mencapai 6,17 persen dari total kuota. "Jadi 173 ribu ton yang disiapkan untuk masyarakat, itu baru terealisasi 6,17 persen. Nanti malam akan dapat update per hari ini," jelasnya.

Selain beras, pasar murah juga menyediakan sejumlah kebutuhan pokok lain seperti gula, minyak goreng, dan telur. Produk UMKM setempat turut dihadirkan sebagai pendamping kegiatan. "Intinya bahan pokok yang ada di pasar murah ini ada beras, telur, gula, minyak goreng. Intinya empat itu," terang Khofifah.

Dalam pantauan di lapangan, antusiasme masyarakat tampak dari antrean panjang sejak siang hari. Salah satunya Masnunah, warga Kebonsari, Kecamatan Sukun, yang datang lebih awal untuk mendapatkan beras SPHP. 

Ia mengaku sebelumnya tidak pernah membeli beras SPHP. Namun, kenaikan harga beras di pasaran membuatnya mencoba memanfaatkan pasar murah kali ini. "Biasanya Rp69.000-70.000 sekarang sampai Rp78.000 untuk merk Mentari. Jadi saya mau coba SPHP ini," tuturnya.

Selain beras, Masnunah juga membeli gula dan telur yang dijual dengan harga lebih murah dibanding pasar tradisional. "Di sini gula Rp14.000, kalau di pasar Rp18.000. Dengan SPHP ini membantu, karena murah sekali, Rp55.000 per 5 kg buat emak-emak senang. Apalagi bagus berasnya," katanya.

Ditambahkannya, hal ini sangat membantu terlebih harga kebutuhan pokok mulai terasa naik sejak beberapa bulan terakhir. "Mulai isu beras oplosan itu, jadi saya kok merasanya beras menghilang. Ganti beras yang mahal-mahal adanya," ungkapnya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.