29 November 2025

Get In Touch

Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi 'StrokeGuard' untuk Pantau Pasien Pascarawat

Alden Bintang Rafazha menunjukkan tampilan dashboard StrokeGuard untuk perawat dan dokter (kiri) serta Muhammad Irsyad Yunus menunjukkan aplikasi StrokeGuard di HP untuk pasien (kanan).
Alden Bintang Rafazha menunjukkan tampilan dashboard StrokeGuard untuk perawat dan dokter (kiri) serta Muhammad Irsyad Yunus menunjukkan aplikasi StrokeGuard di HP untuk pasien (kanan).

SURABAYA (Lentera) -Tiiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi berbasis teknologi bernama StrokeGuard. Sebuah aplikasi lintas platform yang memungkinkan pasien dan dokter memantau tekanan darah secara real-time dan lebih akurat terhadap risiko kekambuhan stroke

Ketua tim, Muhammad Irsyad Yunus, menjelaskan tingginya angka stroke di Indonesia menjadi latar belakang pengembangan aplikasi ini. Riset menunjukkan bahwa 80 persen kasus strok sebenarnya dapat dicegah bila pasien memiliki akses terhadap pemantauan kesehatan dan informasi medis yang tepat. 

Sayangnya, banyak keluarga pasien masih kebingungan dalam melakukan pemantauan harian setelah keluar dari rumah sakit.

“Pasien pascarawat sering tidak tahu langkah apa yang harus dilakukan setiap hari. Di sisi lain, dokter butuh data yang akurat untuk mengambil keputusan. StrokeGuard hadir untuk menjembatani hal tersebut,” kata Irsyad, Jumat (28/11/2025).

Bersama Alden Bintang Rafazha (Inovasi Digital ITS) dan Nasywa Aulia Rabbani (Kedokteran ITS), Irsyad mengembangkan StrokeGuard sebagai platform yang menghubungkan pasien langsung dengan tenaga medis. 

Pasien cukup memasukkan data tekanan darah ke aplikasi, kemudian sistem akan memprosesnya menggunakan Akal Imitasi (AI). Data tersebut otomatis dikirimkan ke dokter terkait, yang kemudian memberikan rekomendasi aktivitas maupun perawatan lanjutan.

Menariknya, aplikasi ini juga dibekali fitur peringatan dini, yang akan mengirim notifikasi ke pasien dan dokter apabila tekanan darah melebihi batas aman. "StrokeGuard menyediakan review mingguan berisi rangkuman kondisi pasien yang menjadi acuan dokter untuk menentukan tindakan medis berikutnya," tuturnya.

Sebagai platform digital, StrokeGuard dirancang mudah diakses. Pasien dapat menggunakan aplikasi melalui ponsel, sedangkan dokter dan perawat bisa mengakses dashboard profesional melalui situs strokeguard.app. Saat ini, aplikasi tersebut sudah memasuki tahap beta testing di Android dan iOS.

Keberhasilan inovasi ini mengantarkan tim ITS meraih Juara II Healthtech AI Challenge 2025 dan membuka peluang kolaborasi dengan RS Siloam. Ke depan, tim menargetkan kerja sama dengan sepuluh rumah sakit lainnya, serta berencana merilis Smart Stroke Band pada akhir 2026.

Perangkat tersebut akan mempermudah pemantauan tekanan darah karena dapat dipakai di pergelangan tangan dan terhubung otomatis dengan aplikasi.

"Harapan kami, StrokeGuard ini dapat membantu lebih banyak pasien dan keluarga dalam mencegah strok berulang," harapnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.