29 November 2025

Get In Touch

Pengukuhan KSB Bendungan, Wabup Trenggalek: Masyarakat Harus Bisa Evakuasi Mandiri

Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Nata Negara memberikan sambutan dan penguatan kesiapsiagaan dalam apel pengukuhan Kampung Siaga Bencana Kecamatan Bendungan
Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Nata Negara memberikan sambutan dan penguatan kesiapsiagaan dalam apel pengukuhan Kampung Siaga Bencana Kecamatan Bendungan

TRENGGALEK (Lentera) - Kesadaran menghadapi ancaman bencana menjadi perhatian serius Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Nata Negara. Dalam pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Bendungan, ia menegaskan bahwa masyarakat harus memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan evakuasi mandiri untuk mengantisipasi potensi gempa bumi dan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Dalam kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Bendungan, Jumat (28/11/2025), Mas Syah mengatakan bahwa kondisi geografis Trenggalek membuat daerah ini memiliki risiko bencana cukup tinggi. “Trenggalek memiliki wilayah yang memungkinkan terjadinya berbagai bencana, baik gempa bumi, tanah longsor maupun bencana lainnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat ancaman gempa besar yang dapat berdampak pada wilayah tersebut. “Terdapat potensi gempa dari area pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia (Mega Thrust) yang bisa menghasilkan gempa bermagnitudo 8,7 SR. Gempa ini dimungkinkan berdampak di Kecamatan Bendungan yang hampir seluruh wilayahnya pegunungan,” papar Mas Syah.

Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat harus terus diperkuat. “Perlu pemahaman cara evakuasi mandiri dari titik rawan menuju zona aman, karena bencana gempa dan longsor sulit diprediksi,” tegas Wabup muda tersebut.

Melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas dalam KSB, pengetahuan tentang tanda-tanda awal tanah longsor serta langkah yang harus dilakukan saat hujan deras diharapkan dapat dipahami masyarakat. “Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal longsor dan apa yang harus dilakukan ketika curah hujan tinggi,” tambahnya.

Mas Syah juga menyoroti pentingnya pemetaan wilayah rawan bencana yang diperbarui secara berkala, serta aksesibilitas rute evakuasi bagi seluruh warga. Selain itu, koordinasi antar instansi dinilai menjadi faktor penting dalam penanganan bencana. “Koordinasi Pemerintah, TNI, Polri dan organisasi non pemerintah sangat penting, terutama dalam situasi darurat,” jelasnya.

Menutup sambutan, ia menekankan bahwa keberhasilan mitigasi bencana sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. “Kesadaran dan kepedulian mereka merupakan kunci utama dalam upaya mitigasi bencana,” tutup mantan anggota DPRD Trenggalek itu.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.