29 November 2025

Get In Touch

Masuk Zona Rawan Bencana Semeru, Warung Sekitar Gladak Perak Lumajang Dibongkar

Petugas Satpol PP bersama pemilik warung membongkar lapaknya yang berada di sekitar jembatan Gladak Perak Lumajang, Kamis (27/11/2025). (foto:ist/Ant/Diskominfo Lumajang)
Petugas Satpol PP bersama pemilik warung membongkar lapaknya yang berada di sekitar jembatan Gladak Perak Lumajang, Kamis (27/11/2025). (foto:ist/Ant/Diskominfo Lumajang)

LUMAJANG (Lentera) - Semua warung yang berada di sekitar jembatan Gladak Perak (Curah Kobokan) di Kabupaten Lumajang dibongkar, karena berada di zona rawan bencana Gunung Semeru.

"Sebagian warung di zona rawan bencana, telah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Hal itu menunjukkan kesadaran tinggi masyarakat terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar," kata Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho dalam keterangannya mengutip Antara, Jumat (28/11/2025).

Menurut dia kesadaran warga itu menjadi bagian krusial dari strategi mitigasi bencana, karena dengan membongkar sendiri bangunan yang berada di zona rawan maka tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mempermudah jalur evakuasi dan memperkuat keamanan lingkungan.

Kegiatan itu berlangsung dengan pendampingan BBJN Provinsi Jawa Timur dan Perhutani, sebagai bagian dari upaya terpadu penertiban pedagang kaki lima dan bangunan di zona rawan bencana.

"Pendekatan itu memastikan setiap langkah mitigasi dilakukan secara aman, terukur, dan berorientasi pada keselamatan publik," katanya.

Ia menjelaskan, langkah proaktif warga itu mempercepat pengurangan risiko bencana, sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam memastikan kawasan rawan tetap aman dan siap menghadapi potensi erupsi Gunung Semeru maupun bencana lainnya.

“Partisipasi aktif masyarakat menjadi pilar utama dalam menjaga keselamatan bersama. Inisiatif seperti itu harus diapresiasi karena menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian saat bencana terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan, proses pembongkaran akan dilanjutkan dengan tetap menerapkan pendampingan resmi dari pihak terkait agar keamanan dan efektivitas mitigasi tetap terjaga.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono mengatakan relokasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru difokuskan pada mereka yang kehilangan rumah, dengan prioritas pada lokasi yang aman dan layak huni.

"Status tanggap darurat dapat diperpanjang sesuai kebutuhan, dengan tetap memastikan pemenuhan logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak," katanya.

Ia menjelaskan, setiap langkah penanganan darurat diarahkan untuk memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan pokok secara optimal.

Selain itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-periode tanggap darurat.

"Rencana itu akan diajukan ke pemerintah pusat untuk memastikan pemulihan menyeluruh, mencakup sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan," imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.