01 January 2026

Get In Touch

Driver–Helper Suroboyo Bus Tandatangani Pernyataan Kualitas Layanan Publik

Kegiatan apel bersama jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), driver dan helper Suroboyo Bus serta Feeder Wira-Wiri, hingga juru parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)
Kegiatan apel bersama jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), driver dan helper Suroboyo Bus serta Feeder Wira-Wiri, hingga juru parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)

SURABAYA (Lentera) -Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta agar keselamatan dan kualitan layanan transportasi publik ditingkatkan. 

Hal itu ditegaskan saat ia memimpin apel bersama jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), driver dan helper Suroboyo Bus serta Feeder Wira-Wiri, hingga juru parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Selasa (30/12/2025).

Dalam apel tersebut, seluruh driver dan helper diwajibkan menandatangani surat pernyataan komitmen, yang salah satunya berisi kesanggupan untuk tidak berkendara ugal-ugalan. 

Eri mengatakan, setiap pelanggaran terhadap komitmen tersebut akan berujung pada pemberhentian langsung dari layanan transportasi publik Kota Surabaya.

Selain soal keselamatan, Eri menekankan pemberantasan pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan maupun operasional. Ia menegaskan tidak ada pungutan apa pun untuk menjadi driver atau helper Suroboyo Bus dan Wira-Wiri. 

"Jika ditemukan pihak yang meminta uang, masyarakat bisa segera melapor," kata Eri.

Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat terjadi dugaan pungli terhadap seorang pengemudi ojek online yang diminta membayar Rp8 juta untuk menjadi driver Wira-Wiri. Kasus tersebut telah ditindaklanjuti dan pelaku dikenai sanksi skorsing, meski tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan karena yang bersangkutan memiliki anak berkebutuhan khusus.

Pemkot Surabaya juga menegaskan tidak akan memberi toleransi jika praktik serupa terulang. Bahkan, apabila terjadi pembiaran di tingkat pengawasan, pejabat struktural yang bertanggung jawab akan ikut dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Pemkot Surabaya akan memasang alat penilaian kepuasan masyarakat di armada Suroboyo Bus dan Wira-Wiri. "Setiap laporan dari penumpang akan menjadi bahan evaluasi, termasuk kemungkinan pergantian petugas jika ditemukan pelanggaran," tuturnya.

Seluruh driver dan helper diwajibkan menjalani tes urine secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental tetap prima. Eri juga mengingatkan agar seluruh petugas bersikap ramah, sopan, serta mengutamakan keselamatan penumpang selama berkendara.

Layanan transportasi publik Surabaya tetap mengutamakan metode pembayaran non-tunai seperti e-money, e-toll, atau penukaran botol plastik. Namun, apabila terdapat kendala, petugas diminta bersikap transparan dan terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun tuduhan pungli.

“Dengan keberanian dan keterbukaan, kita bisa memberantas pungli dan premanisme. Jika masyarakat tidak berani melapor, praktik seperti ini akan terus berulang,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.