Sebanyak delapan OPD mengalami perubahan, baik penggabungan, pemisahan, maupun perubahan nomenklatur. Selain itu, RSUD dr. Soedomo juga mengalami penyesuaian struktur setelah resmi naik kelas dari Tipe C ke Tipe B.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menegaskan bahwa pelantikan kali ini tidak bertujuan memberikan promosi jabatan.
“Hampir semua pejabat dilantik pada posisi yang sama di perangkat daerah yang baru. Ada yang digeser karena OPD digabung sehingga posisi sekretaris tidak mungkin dua. Maka salah satunya harus dioptimalkan di tempat lain,” ujarnya di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (31/12/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa memilih pejabat terbaik bukan hal mudah. “Jabatan itu semakin lama semakin mengerucut seperti piramida. Ketika ada kursi pimpinan kosong, saya harus memilih dari empat atau lima kabid yang terbaik. Tapi kalau dipromosikan di tempat lain tanpa pengalaman, justru khawatir tidak efektif,” ungkapnya.
Mas Ipin menambahkan bahwa proses birokrasi terkadang terlihat rumit bagi masyarakat. “Kalau dilihat masyarakat birokrasi itu mbulet, ya ini salah satunya. Tahapan yang harusnya bisa disederhanakan akan kita sederhanakan. Hari ini tidak ada promosi, hanya penyesuaian karena penggabungan dinas,” sambungnya.
Ia juga berpesan agar seluruh pejabat menjaga kinerja menjelang sejumlah jabatan yang akan kosong dalam beberapa bulan ke depan. “Meski jabatannya sama, sumpah jabatan tetap kita perbarui. Mungkin ini cara Tuhan mengingatkan agar kita selalu memperbaiki kinerja,” pesannya.
Sejumlah nama pejabat yang mengalami penyesuaian jabatan antara lain:
Agus Setiyono: dari Kepala Dikpora menjadi Kepala Dinas Pendidikan.
dr. Ratna Sulistyowati: dari Kepala Bappedalitbang menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Muyono Piranata: dari Kepala Dinas PKPLH menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Djoko Susanto: dari Kepala Dinas Peternakan menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.
Suharto: dari Kepala Bakeuda menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah.
Heri Yulianto: dari Kepala BKD menjadi Kepala BKPSDM.
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, menyampaikan bahwa pengukuhan pejabat ini dilakukan karena perubahan SOTK. “Ada dinas yang dipisah, ada yang digabungkan, dan ada yang berganti nomenklatur. Semua pejabat terkait kita kukuhkan ulang hari ini,” jelasnya.
Edy merinci perubahan tersebut, di antaranya:
Dikpora dipisah menjadi Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Dari Dinas PKPLH dipisah, lalu sebagian urusannya digabung dengan Dinas Perhubungan menjadi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan.
Penggabungan Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan.
Pembentukan Dinas Lingkungan Hidup dari urusan PKPLH sebelumnya.
BKD berubah menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.
Bappedalitbang berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Bakeuda berubah menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah.
RSUD dr. Soedomo menyesuaikan struktur setelah naik kelas ke Tipe B.
Sekda juga memastikan ada 8 jabatan Plt. yang ditunjuk karena kursi definitif masih kosong. Berikut daftar lengkapnya:
1. dr. Saeroni – Plt. Direktur RSUD dr. Soedomo
2. Wijiono – Plt. Inspektur
3. Anjang Purwoko – Plt. Kepala Dinas PUPR
4. Suprihadi – Plt. Kepala Dinas Kominfo
5. Arif Setiawan – Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
6. Agus Dwi Karyanto – Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan
7. Totok Rudijanto – Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA
8. Edi Santoso – Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Edy menambahkan bahwa pejabat definitif akan ditentukan melalui seleksi terbuka. “Akan ada proses Job Fit karena ada delapan kursi jabatan yang kosong. Nanti akan diisi melalui seleksi sesuai ketentuan,” terangnya. (*)
Reporter: Herlambang
Editor : Lutfiyu Handi





