10 January 2026

Get In Touch

Work From Mall Diharap Angkat Kunjungan Pusat Perbelanjaan di Kota Malang

Ilustrasi: Malang Town Square, salah satu pusat perbelanjaan di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Malang Town Square, salah satu pusat perbelanjaan di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Di tengah menjamurnya kafe dan restoran di berbagai sudut Kota Malang, penerapan program Work From Mall (WFM) yang digagas pemerintah pusat diharapkan mampu mengangkat kembali tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan.

Direktur Malang Town Square (Matos), Fifi Trisjanti mengatakan kebijakan tersebut dinilai dapat membuka peluang baru bagi mal untuk tetap relevan sebagai ruang aktivitas masyarakat.

"Kalau dulu orang-orang semua makan di Matos, hangout di Matos, hari ini sudah kepecah. Banyak sekali opsi kafe dan resto di luaran sana. Apalagi di Kayutangan Heritage itu, ya," ujar Fifi, Sabtu (3/1/2025).

Kondisi tersebut, lanjut Fifi, menuntut pengelola mal untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menciptakan daya tarik baru. Salah satu peluang yang dilihat Matos adalah wacana Work From Mall yang memungkinkan pusat perbelanjaan dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai ruang beraktivitas dan bekerja.

"Makanya dengan adanya wacana Work From Mall, kami melihat adanya peluang lain yang bisa diciptakan supaya orang tetap kepingin ke mal," jelasnya.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya mengungkapkan rencana pemanfaatan pusat perbelanjaan sebagai lokasi bekerja.

Program tersebut diberi nama Work From Mall dan menjadi bagian dari persiapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta Program Belanja di Indonesia Saja (BINA) Great Sale 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat melakukan kunjungan persiapan program di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Ditegaskannya, mal memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Menanggapi hal tersebut, Fifi menjelaskan hingga saat ini Matos belum memiliki rencana khusus untuk menyediakan ruang co-working space formal. Namun demikian, fasilitas yang ada dinilai sudah cukup mendukung aktivitas bekerja atau belajar secara fleksibel.

"Kami sebenarnya sudah ada banyak sekali restoran di dalam Matos. Kalau mau tambah kafe lagi, dua atau tiga lagi, masih ada ruang. Tapi kami memang belum punya ruang pertemuan seperti co-working space," terangnya.

Meski begitu, Fifi menilai sejumlah tenant kopi yang ada saat ini telah berfungsi layaknya ruang kerja informal. Kehadiran merek-merek kopi yang populer di kalangan anak muda, ditambah area outdoor, membuat pengunjung merasa nyaman untuk mengerjakan tugas, pekerjaan kantor, hingga sekadar berdiskusi sambil menikmati kopi.

Selain wacana WFM, Fifi juga mengungkapkan tren positif tingkat kunjungan Matos selama libur panjang Natal dan akhir tahun 2025. Ia mencatat adanya peningkatan kunjungan sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama, lebih ramai akhir tahun 2025 kemarin. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang ke Malang," ungkapnya.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya minat pengunjung terhadap fasilitas hiburan dan kuliner di dalam mal. Bioskop dan sentra kuliner menjadi destinasi favorit selama musim liburan, seiring meningkatnya arus wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.