MALANG (Lentera) - Volume timbulan sampah di Kota Malang mengalami lonjakan selama periode libur akhir tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang menembus angka 580 ton per hari.
"Biasanya sampah yang masuk ke TPA Supit Urang sekitar 500 ton per hari. Sejak tanggal 24 Desember, volumenya naik menjadi 520 sampai 560 ton, bahkan sempat mencapai 580 ton per hari," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Sabtu (3/1/2026).
Raymond menjelaskan, volume sampah yang tercatat merupakan akumulasi dari seluruh sumber, baik dari hotel, restoran, maupun Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di Kota Malang. Menurutnya, DLH tidak memisahkan data berdasarkan jenis atau asal sumber sampah.
"Kami menghitungnya dari sampah yang masuk ke TPA Supit Urang. Setiap truk pengangkut harus ditimbang terlebih dahulu, dari situ kami mengetahui jumlahnya," katanya.
Meski demikian, Raymond menyebut tidak seluruh sampah dari TPS di Kota Malang dibuang ke TPA Supit Urang. Sebagian sampah dikelola langsung melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Bahkan, dikatakannya, ada pula sampah yang diolah secara mandiri oleh masyarakat. "Hal-hal seperti itu cukup membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Kalau tidak ada pengolahan itu, sampah yang masuk bisa mencapai 700 sampai 800 ton per hari," terangnya.
Jika dibandingkan dengan periode tahun baru sebelumnya, Raymond menyebutkan volume timbulan sampah tahun ini mengalami kenaikan sekitar 22 persen.
"Kalau dibandingkan dengan hari-hari biasa, sebenarnya tidak bertambah secara signifikan. Tetapi karena ada kegiatan masyarakat menyambut tahun baru, tentu ada penambahan volume sampah di beberapa lokasi," katanya.
Lebih lanjut, Raymond juga menyampaikan, penambahan volume sampah terutama terjadi di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Di antaranya sepanjang Jalan Ijen, kawasan Kayutangan Heritage, area depan Stasiun Kota Baru, serta masjid-masjid yang menggelar kegiatan pengajian dan istighosah.
Selain itu, sejumlah titik keramaian lain juga turut menyumbang peningkatan timbulan sampah. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya mengaku telah menambah frekuensi pengangkutan atau ritase di sejumlah TPS.
"Biasanya di satu TPS pengambilan dilakukan dua sampai tiga kali. Kemarin ada yang sampai empat kali, ditambah pengambilan di lokasi-lokasi keramaian," jelas Raymond.
Dikatakannya, khusus pada malam pergantian tahun, terdapat penambahan volume sampah yang cukup signifikan. Total sampah yang berhasil diangkut pada malam tersebut mencapai hampir 80 ton atau setara dengan sekitar 20 truk sampah.
"Jadi waktu itu, teman-teman yang bagian menyapu jalan yang biasanya shift pagi, siang, sore, kemarin itu saya tambah sampai malam hari," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





