06 January 2026

Get In Touch

Pemkot Malang Rencanakan Bangun Museum di Kawasan Stadion Gajayana

Pemkot Malang Rencanakan Bangun Museum di Kawasan Stadion Gajayana

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang merencanakan pembangunan museum di kawasan Stadion Gajayana, sebagai upaya mengabadikan sejarah panjang sepak bola sekaligus perjalanan sosial masyarakat atau Arek-arek Malang.

"Ini aspirasi dari para senior, penulis buku, juga pelaku budaya. Stadion Gajayana memiliki sejarah panjang perjalanan sepak bola, sekaligus menjadi perekat sosial Arek Malang pada masanya," ujar Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, dikutip pada Sabtu (3/1/2025).

Menurutnya, keinginan untuk menghadirkan museum tersebut datang dari kalangan budayawan, sejarawan, hingga Aremania, yang berharap perjalanan panjang Stadion Gajayana dan sepak bola Malang dapat didokumentasikan secara utuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.

"Stadion Gajayana ini adalah pijakan utama sejarah perjalanan Arek Malang, melalui forum sepak bola dan olahraga. Dari sini, berbagai kelompok bisa disatukan. Nilai-nilai itu penting untuk diabadikan," jelasnya.

Ali menilai museum tersebut nantinya bukan hanya menjadi ruang pamer benda bersejarah, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda. Museum diharapkan mampu menggambarkan bagaimana olahraga, khususnya sepak bola, berperan besar dalam membangun solidaritas dan persatuan masyarakat Malang.

"Ini sekaligus pendidikan bagi generasi selanjutnya, bahwa Malang, terutama Stadion Gajayana, adalah tempat bersatunya Arek Malang dari berbagai latar belakang," tambahnya.

Terkait konsep museum, Ali menyebut sejumlah konten yang akan dihadirkan antara lain perjalanan pembangunan Stadion Gajayana, sejarah sepak bola di Kota Malang dan Malang Raya, hingga aspek sosiologis dan antropologis stadion tersebut dalam menyatukan kelompok generasi muda.

Selain itu, museum juga direncanakan menampilkan berbagai pencapaian dan memorabilia sepak bola Malang. Mulai dari piala, perjalanan lintas generasi, prestasi individu pemain, hingga sosok legenda sepak bola asal Malang.

"Pemain-pemain Malang yang pernah masuk tim nasional dan melegenda juga akan kami tampilkan, termasuk miniatur dan dokumentasinya," kata Ali.

Namun demikian, Ali menegaskan rencana pembangunan museum ini masih berada pada tahap awal. Aspek teknis, termasuk lokasi pasti di dalam kawasan stadion dan desain museum, belum ditentukan.

"Belum kami tentukan di sisi sebelah mana. Masih banyak ruang kosong di Stadion Gajayana. Harapannya, stadion ini bisa dimanfaatkan seperti stadion-stadion di Eropa yang memiliki museum," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan museum tersebut juga diarahkan untuk mendukung konsep sport tourism di Kota Malang. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menggunakan fasilitas lapangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman literasi sejarah melalui tur museum.

Dari sisi pengelolaan, Ali menyebut masih terbuka berbagai opsi. Museum bisa dikelola langsung oleh Pemkot Malang, namun opsi kerja sama dengan pihak swasta juga menjadi pertimbangan agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Tergantung, sistemnya bisa dikelola pemkot, tapi agar tidak mebenani APBD harapannya dikelola swasta," pungkasnya. 

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.