08 January 2026

Get In Touch

DPRD Jatim Tegaskan Komitmen Kawal Beasiswa Siswa Prasejahtera

Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas.
Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas.

SURABAYA (Lentera) – Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas menegaskan sikap politiknya dalam mengawal kebijakan penguatan sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi siswa prasejahtera. 

Menurut Puguh, program beasiswa mencerminkan keberpihakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jatim terhadap sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

“Program ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dari pendidikan yang baik akan lahir generasi yang kuat, dan dari generasi yang kuat akan terbangun kedaulatan bangsa,” ungkap Puguh, Senin (05/01/2025).

Politisi PKS tersebut menjelaskan, dalam PAPBD 2025 tercatat sebanyak 48.373 siswa di seluruh Jawa Timur menerima manfaat beasiswa, dengan 1.851 siswa berasal dari Kabupaten Malang. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan DPRD Jatim dalam menjaga akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Malang Raya, Puguh menegaskan pentingnya peran DPRD dalam mengawal langsung program-program strategis yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal program ini agar benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Malang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Puguh menyoroti posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai agenda fundamental dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Semakin baik penyelenggaraan pendidikan, semakin berkualitas generasi anak bangsa. Dan ketika kualitas generasi meningkat, maka eksistensi serta kedaulatan bangsa akan semakin kokoh,” pungkasnya.

DPRD Jawa Timur berharap, melalui pengawalan kebijakan beasiswa ini, tidak ada lagi anak-anak Jawa Timur yang terhambat mengakses pendidikan akibat keterbatasan ekonomi, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan SDM tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan daerah. (*)

 

Reporter: Pradhita
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.