08 January 2026

Get In Touch

Polemik Armuji–Madas Berakhir Damai, Laporan di Polda Jatim Dicabut

Mediasi antara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan organisasi madas di Unitomo.
Mediasi antara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan organisasi madas di Unitomo.

SURABAYA (Lentera) -Polemik antara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dengan organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) berakhir damai. 

Melalui dialog terbuka yang dimediasi di Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Madas memutuskan mencabut laporan terhadap Armuji yang sebelumnya dilayangkan ke Polda Jawa Timur.

Ketua Umum Madas, Mohammad Taufik, mengatakan, pencabutan laporan dilakukan setelah Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas penyebutan nama organisasi tersebut yang sempat memicu kegaduhan publik. 

“Saya menerima permintaan maaf. Kami akan mencabut laporan di Polda Jawa Timur. Kita memilih untuk bergandengan tangan,” kata Taufik, Selasa (6/1/2026).

Taufik menegaskan, langkah damai ini diambil demi menjaga kondusivitas Kota Surabaya serta mencegah konflik berkepanjangan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi agar persoalan tidak melebar ke ranah lain.

“Insyaallah, secara pribadi saya juga menyampaikan permohonan maaf, baik sebagai junior maupun senior. Kita ingin semua ini selesai dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Madas atas penyebutan nama ormas tersebut dalam pernyataannya yang viral di ruang publik.

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” kata Armuji.

Armuji menjelaskan, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya berawal dari banyaknya laporan masyarakat yang masuk. Peristiwa tersebut kemudian menjadi sorotan publik setelah diberitakan media dan tersebar luas di media sosial.

“Yang memviralkan bukan saya, tetapi televisi JTV. Setelah itu telepon ke saya terus berdering, banyak laporan masuk, makanya saya datang,” jelasnya.

Ia mengakui dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan media sosial pribadinya, sempat menyebut nama Madas saat menanggapi pertanyaan terkait oknum yang diduga terlibat. Namun, penyebutan tersebut dilakukan secara spontan dan tanpa maksud menyudutkan organisasi.

“Saya khilaf, menyebut itu sekali. Bahkan saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi bukan. Ternyata itu tulisan ‘gong xi fa cai’,” tutup Armuji.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.