PALANGKA RAYA (Lentera) – Isu Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah sekitar Kota Palangka Raya bukan hanya menimbulkan masalah lingkungan, namun telah memicu berbagai permasalahan sosial.
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, berpendapat jika dampak dari PETI jauh lebih besar dari hanya sekedar kerusakan alam, karena itu perlu ditangani secara komprehensif.
"Secara lingkungan, PETI menyebabkan kerusakan lahan, pencemaran sungai dan sumber air dengan bahan kimia seperti merkuri, serta kerusakan ekosistem hutan, yang menjadi habitat dari berbagai jenis flora dan fauna khas Kalimantan," papar Hap, Sabtu (17/1/2026).
Namun hal lain yang tidak kalah penting yaitu munculnya masalah sosial akibat aktivitas PETI. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain seperti perselisihan antar kelompok penambang, meningkatnya angka kriminalitas, serta eksploitasi pekerja termasuk mempekerjakan anak di bawah umur.
Hap menilai, aktivitas PETI juga sering menjadi sumber konflik antara pengusaha liar dengan masyarakat lokal, yang kehilangan akses terhadap lahan dan sumber daya alam yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka.
"Tidak hanya itu, arus masuknya pendatang dari luar daerah untuk mencari kerja di lokasi PETI, menyebabkan terjadinya tekanan pada infrastruktur dan fasilitas umum di wilayah sekitar, bahkan meningkatkan risiko penyebaran penyakit," ungkapnya.
Hap menyarankan pemerintah daerah agar menerapkan langkah-langkah tegas guna memberantas PETI secara keseluruhan.
Ia menerangkan, langkah tersebut meliputi penguatan patroli dan pengawasan di wilayah rawan PETI, penindakan tegas terhadap pelaku dan pengatur di balik aktivitas ini, dan pendekatan edukatif kepada masyarakat tentang bahaya PETI serta mengarahkan alternatif mata pencaharian lain yang lebih baik dan berkelanjutan.
"Penanganan PETI jangan hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pemulihan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terdampak," tegasnya.
Hap juga meminta kepada pemerintah setempat untuk memberikan solusi dan bantuan bagi masyarakat, baik berupa program perkebunan, perikanan, maupun bentuk lainnya. Dengan demikian masyarakat mendapat solusi dan bisa beralih ke sumber mata pencaharian lain yang lebih ramah lingkungan.
"Masalah PETI harus segera diatasi, namun dengan memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat, tujuannya agar tercapai daerah yang makmur namun alam yang tetap lestari," pungkasnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH




