23 January 2026

Get In Touch

Longsor Tutup Separuh Jalan Penghubung Desa Pujon–Sukomulyo, BPBD Lakukan Penanganan

Kejadian tanah longsor di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Kejadian tanah longsor di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lentera) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Mbiyan, Desa Sukomulyo. Peristiwa tersebut menyebabkan separuh badan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Pujon Kidul dan Desa Sukomulyo tertutup material longsoran.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, kejadian tanah longsor tersebut terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Informasi awal diterima BPBD dari Pos Laporan (Poslap) Ngantang pada Selasa (20/1/2026) pukul 09.12 WIB.

"Longsor terjadi pada tebing setinggi kurang lebih 30 meter dengan lebar sekitar 10 meter dan ketebalan material mencapai 3 meter. Material longsoran menutup separuh badan jalan kabupaten," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.

Menurutnya, longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas deras yang mengguyur wilayah Pujon dan sekitarnya sejak malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan tebing di sekitar badan jalan mengalami pergerakan tanah.

Akibat kejadian tersebut, akses jalan penghubung antar desa terdampak dan hanya dapat dilalui dengan sistem buka-tutup. Pengguna jalan terpaksa menggunakan separuh badan jalan yang masih bisa dilewati untuk melakukan aktivitas dan mobilitas harian.

Beruntung, Sadono mengatakan dalam peristiwa tanah longsor ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Sadono memastikan hingga proses pendataan dilakukan, kondisi di lokasi relatif aman meski tetap membutuhkan kewaspadaan.

Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Malang langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tim BPBD diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan, asesmen dampak, serta membantu proses pembersihan material longsoran.

"Kebutuhan mendesak berupa alat manual seperti cangkul dan sekop untuk pembersihan longsoran sudah terpenuhi di lapangan," jelasnya.

Hingga Selasa pagi, Sadono menyebut kondisi di lokasi kejadian masih dalam tahap penanganan dan pembersihan material longsor. Petugas gabungan terus berupaya membersihkan jalan agar akses transportasi dapat kembali normal. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.