22 January 2026

Get In Touch

Mahasiswa Ubaya Ciptakan Boneka Edukasi Seks Interaktif untuk Cegah Kekerasan Seksual Anak

Mahasiswa Program Studi Desain & Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya), Amelia Margaretha Suprapto mengenalkan boneka edukasi seksual interaktif kepada anak-anak. (Amanah/Lentera)
Mahasiswa Program Studi Desain & Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya), Amelia Margaretha Suprapto mengenalkan boneka edukasi seksual interaktif kepada anak-anak. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) - Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak mendorong Mahasiswa Program Studi Desain & Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya), Amelia Margaretha Suprapto membuat inovasi boneka edukasi seksual interaktif.

Inovasi ini hadir, sebagai sarana pengenalan perlindungan diri yang komunikatif dan mudah diterima anak-anak.

"Karena melihat dari berita-berita banyak terjadi kekerasan seksual di Indonesia. Dan anak-anak paling banyak jadi korbannya. Untuk pencegahannya bagaimana sih edukasi seksual itu diberikan kepada anak-anak sedini mungkin," kata Amel, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil wawancara dengan psikolog, edukasi seksual bisa dilakukan kepada anak-anak mulai usia 3-6 tahun.

"Agar edukasi itu mudah diterima dan dimengerti anak-anak, akhirnya saya bikin boneka ini untuk membantu anak-anak belajar soal seks edukasi," jelasnya.

Ia mengungkapkan, inovasi ini hadir dalam dua bentuk, yakni boneka anak perempuan dan boneka anak laki-laki. Terkait cara kerjanya, pada bagian belakang boneka telah dilenkapi dengan tombol on/off.

Setelah tombol dinyalakan, dan ketika memegang area-area tertentu pada boneka seperti wajah, dada, alat kelamin, serta area pantat, otomatif boneka akan mengeluarkan bunyi 'jangan di sentuh'.

"Untuk bagian wajah juga bisa diganti karena dilengkapi tiga ekspresi wajah. Marah, sedih, senyum. Karena boneka ini juga bisa digunakan sebagai alat praga pertunjukan boneka. Dan boneka ini bisa di isi daya baterainya," ungkap Amel.

Lewat inovasi ini, ia berharap dapat membantu para orang tua untuk memberikan edukasi seksual kepada anak-anak sedini mungkin. "Dan semoga bisa mencegah terjadi kekerasan seksual di Indonesia," harapnya.

Sementara itu, Kepala KB Sanggar Kreativitas Ubaya, Shinta Oktaviani, S.Psi.,Psikolog menuturkan, seks edukasi untuk anak usia dini sangat penting dilakukan. 

"Lewat boneka pendidikan seks ini, anak-anak bisa mengenal hal-hal sederhana. Jadi bagaimana dia mengenal batasan-batasan tubuh mana yang boleh disentuh atau tidak. Termasuk bagaimana dia mengerti bahayanya. Jadi anak-anak akan matang secara emosi, dan tahu batasan," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.