MALANG (Lentera) - Bupati Malang, Sanusi, memberikan apresiasi terhadap SMP Negeri 1 Singosari telah menunjukkan berbagai inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaran. Untuk mendukung pengembangan pembelajaran berbasis riset Sanusi memberikan sinyal membeirkan tambahan tiga Ruang Kelas Baru (RKB).
Dalam kunjungannya, Rabu (21/1/2026), Sanusi mengatakan salah satu inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaran yaitu melalui pengembangan kelas Bahasa Inggris serta kelas riset yang dirancang untuk mengasah bakat dan minat peserta didik.
"Di sini sudah banyak inovasi dan kreasi. Ada kelas Bahasa Inggris, kemudian ada kelas riset untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak," ujar Sanusi, ditemui usai kegiatan kunjungannya.
Sanusi juga mengapresiasi capaian prestasi siswa di sekolah tersebut yang dinilai cukup menonjol, baik di bidang akademik maupun non akademik. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kreativitas sekolah dalam meningkatkan kemampuan peserta didik.
Selain meninjau proses pembelajaran, Bupati Malang juga menyerahkan bantuan berupa pohon buah kepada pihak sekolah. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program sekolah Adiwiyata yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Singosari, Ana Purwati, menyampaikan dari hasil kunjungan tersebut, pihak sekolah menerima banyak apresiasi dari Bupati Malang. Ia menyebut tidak ada catatan negatif yang disampaikan selama peninjauan berlangsung.
Ana menjelaskan, salah satu poin penting dari kunjungan tersebut adalah adanya peluang dukungan penambahan tiga RKB. Hal ini disebabkan kegiatan riset di SMPN 1 Singosari saat ini masih terpusat dalam satu ruang, padahal mencakup tiga bidang pembelajaran.
"Tadi kan tiga riset bidang itu masih dalam satu ruang, istilah Jawanya itu masih kruntelan, ya. Insyaallah nanti bisa dapat bantuan tiga ruang kelas baru," katanya.
Ana menjelaskan, tiga RKB tersebut nantinya akan digunakan untuk memisahkan kegiatan riset berdasarkan bidang keilmuan, agar proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan tidak saling tumpang tindih. "Nah nanti mau kami pisah. IPS sendiri, IPA sendiri, teknologi sendiri," jelasnya.
Terkait waktu realisasi pembangunan RKB, Ana menegaskan pihak sekolah belum dapat memastikan tahun pelaksanaannya. Pasalnya, usulan tersebut baru dicatat oleh Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang. "Untuk di 2026 atau tidak, saya belum tahu. Tadi baru dicatat oleh Dinas Cipta Karya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ana menjelaskan pembelajaran berbasis riset di SMPN 1 Singosari masih dalam tahap perintisan. Meski sederhana, kegiatan riset yang dilakukan siswa diarahkan pada penelitian yang aplikatif dan kontekstual.
"Contohnya tadi meneliti biji kopi untuk pencegahan korosi pada besi. Dibandingkan antara daun dan biji kopi, ternyata yang paling kuat pengaruhnya itu biji kopi," jelasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi




