Gandeng PLN, Pemkot Malang Tambah Titik Pengisian Daya dan Keringanan Tarif Listrik Becak Wisata
MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggandeng PT PLN (Persero) untuk menambah titik pengisian daya dan keringanan tarif listrik bagi becak wisata, guna meringankan beban operasional pengemudi becak tersebut.
"Sudah ada beberapa titik sebenarnya, ya. Sudah ada 37 lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Nah nanti akan kami tambah lagi supaya pengemudi becak listrik lebih mudah saat mengecas," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dikutip pada Rabu (21/1/2026).
Dijelaskannya, meskipun pengisian daya sebenarnya bisa dilakukan di rumah masing-masing pengemudi. Namun keberadaan titik pengisian daya di ruang publik dinilai lebih praktis dan efisien, terutama untuk menunjang aktivitas operasional harian becak listrik.
"Nanti di tempat-tempat mangkal becak listrik juga akan kami tempatkan titik pengisian daya. Jadi lebih cepat dan lebih mudah," katanya.
Wahyu menyebutkan, Pemkot Malang akan berkoordinasi lebih lanjut dengan PLN untuk menentukan lokasi-lokasi pengisian daya yang strategis dan mudah dijangkau. Menurutnya, fasilitas pengisian daya tidak membutuhkan lahan yang luas, namun harus berada di titik-titik yang tepat.
Pria yang sempat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang, ini menambahkan, titik pengisian daya akan diprioritaskan di kawasan strategis, seperti dekat hotel dan destinasi wisata. Langkah ini sejalan dengan rencana pemkot untuk mengintegrasikan becak listrik sebagai bagian dari layanan transportasi wisata.
Selain penguatan infrastruktur, Wahyu juga membuka peluang kerja sama lainnya dengan PLN, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TSP). Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemberian keringanan pembayaran tarif listrik khusus bagi pengemudi becak listrik.
"Mudah-mudahan nanti juga ada CSR. Bahkan kemungkinan juga ada keringanan pembayaran listrik khusus untuk pengemudi becak listrik," katanya.
Kebijakan tersebut dipertimbangkan mengingat 200 penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo ini merupakan pengemudi becak manual yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 4 di Kota Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi menegaskan pemanfaatan becak listrik bantuan Presiden Prabowo bersifat tematik, yakni untuk mendukung peningkatan layanan pariwisata di Kota Malang.
Baihaqi menjelaskan, saat ini Pemkot Malang tengah menyiapkan regulasi berupa peraturan wali (Perwal) Kota Malang agar operasional becak listrik dapat berjalan optimal serta mampu melayani tamu kenegaraan, wisatawan mancanegara, maupun wisatawan lokal.
"Kami akan kerja sama juga dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI). Nanti juga akan dibuatkan aplikasi untuk mempermudah layanan dan mempercepat respons ketika dibutuhkan," pungkas Baihaqi.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais




