22 January 2026

Get In Touch

DLH Harapkan Proklim Tumbuh Merata di Seluruh Kecamatan Kota Malang

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond H Matondang. (Santi/Lentera)
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond H Matondang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berharap Program Kampung Iklim (Proklim) dapat tumbuh merata di seluruh kecamatan. Terutama Kecamatan Klojen, Sukun, dan Lowokwaru agar ke depan dapat menambah jumlah kampung atau RW yang tidak hanya mengikuti, tetapi juga lolos penilaian Proklim di tingkat nasional. 

"Kami berharap untuk 3 kecamatan lainnya, yakni Klojen, Sukun, dan Lowokwaru harpanya nanti dapat menambah jumlah dari kampung atau RW proklim," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, Rabu (21/1/2026). 

Dikatakannya, partisipasi RW dalam Program Proklim sejatinya sudah cukup banyak di berbagai wilayah Kota Malang. Namun, tidak semua wilayah yang terlibat dapat meraih sertifikat karena adanya proses penilaian yang dilakukan secara independen.

"Sebetulnya yang ikut banyak, tetapi penilaiannya dilakukan secara independen. Dari proses itu, yang memperoleh hasil terbaik adalah yang mendapatkan sertifikat dan trofi," terangnya.

Menurut Raymond, keberhasilan sebuah kampung dalam Program Proklim sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat secara menyeluruh. Peran aktif warga di tingkat RW dan RT menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Ia menyebut, keterlibatan masyarakat itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, seperti penanaman pohon serta pengelolaan sampah yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi kelompok masyarakat.

Sebagai informasi, di awal 2026 ini Kota Malang berhasil meraih 4 sertifikat utama dan 1 trofi utama Program Kampung Iklim. Trofi utama diraih RW 02 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing. 

Sementara 4 sertifikat utama lainnya diraih RW 2 dan RW 9 Kelurahan Arjowinangun, RW 13 Kelurahan Madyopuro, serta RW 3 Kelurahan Kotalama yang seluruhnya berada di Kecamatan Kedungkandang.

Ilustrasi: Penilaian lapangan program kampung iklim (Proklim) di wilayah kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (dok. kelurahanarjowinangun)
Ilustrasi: Penilaian lapangan program kampung iklim (Proklim) di wilayah kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (dok. kelurahanarjowinangun)

Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebelumnya menyebut Program Kampung Iklim sebagai wujud nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia mengatakan, RW-RW yang meraih penghargaan telah menerapkan berbagai langkah konkret yang berdampak langsung bagi kualitas lingkungan.

Wahyu juga mencontohkan upaya yang dilakukan warga di Kelurahan Arjosari, mulai dari pembangunan sumur resapan dan sumur injeksi, pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH), hingga penyediaan ruang sosialisasi bagi masyarakat terkait pentingnya penghijauan.

"Semua itu sudah ada langkah riil yang dilakukan oleh masyarakatnya," ungkapnya.

Menurut Wahyu, keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan tumbuh dari kesadaran bersama, bukan semata karena instruksi pemerintah. Kesadaran tersebut muncul karena masyarakat merasakan langsung manfaatnya. 

"Warga sadar ini kewajiban menjaga lingkungan. Dampaknya juga kembali ke mereka sendiri," pungkasnya. (ADV)

 

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.