22 January 2026

Get In Touch

Ketua DPRD Palangka Raya: Perkuat Peran Sekolah sebagai Benteng Pencegahan Paham Kekerasan

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi

PALANGKA RAYA (Lentera) - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi menekankan di tengah ancaman penyebaran paham kekerasan yang menyasar kelompok usia muda, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat pembelajaran akademik, tetapi secara kritis juga harus ikut andil dalam mencegah dan mendeteksi dini adanya pengaruh ideologi yang merusak nilai-nilai bangsa.

"Sekolah hendaknya tidak hanya fokus pada pencapaian target akademik, namun juga dalam membangun karakter dan kesadaran kebangsaan yang kuat, agar tidak memberikan ruang bagi paham-paham asing yang mengandung unsur kekerasan untuk menyusup tanpa disadari," papar Subandi, Kamis (22/1/2026).

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain dengan meningkatkan integrasi antara pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, dan pemantauan aktif terhadap dinamika sosial di kalangan siswa. 

Subandi menyarankan, semua sekolah di Palangka Raya memiliki sistem deteksi dini yang terstruktur, guna mengidentifikasi tanda-tanda awal terpengaruhnya siswa oleh paham kekerasan. Hal ini dapat terlihat pada munculnya perubahan perilaku, ungkapan yang memecah belah, atau minat terhadap konten yang mengandung kekerasan maupun radikalisme.

"Guru dan tenaga pendidik berperan sangat penting sebagai ujung tombak, untuk membendung penyebaran paham kekerasan para siswa harus dibentuk memiliki benteng yang kuat," ucapnya. 

Subandi meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya agar guru diberikan pelatihan khusus tentang cara mengenali, menangani, dan mencegah penyebaran ideologi kekerasan di lingkungan sekolah. 

Selain itu, koordinasi antara sekolah dengan pihak kepolisian, dinas pendidikan, harus diperkuat dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menangani kasus yang muncul secara cepat dan tepat.

Ia menegaskan, perlu ada kerjasama sinergis antara pemerintah daerah, dinas terkait, organisasi masyarakat, dan orang tua siswa untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. 

Upaya ini mencakup penyusunan kurikulum yang lebih mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, penyediaan fasilitas pendukung untuk kegiatan karakter building, serta pembentukan tim khusus yang menangani terkait paham kekerasan di sekolah. 

"Sekolah harus menjadi benteng yang kokoh, tidak hanya melindungi generasi muda dari pengaruh negatif termasuk paham kekerasan, juga membentuk generasi masa depan yang memiliki integritas moral dan cinta tanah air," tutupnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.