30 January 2026

Get In Touch

Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Tim SAR gabungan menggotong kantong berisi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ke dalam mobil ambulan di DEsa Tompo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026) (Antara)
Tim SAR gabungan menggotong kantong berisi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ke dalam mobil ambulan di DEsa Tompo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026) (Antara)

PANGKEP (Lentera) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir atau korban ke-10 kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Paket 10 telah ditemukan oleh tim elang, elang 5 Yonif 700 Raider Kodam 14 Hasanuddin beserta tim SAR gabungan," kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko SAR gabungan, dilansir detiknews, Jumat (23/1/2026).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa korban ke-10 itu ditemukan sekitar pukul 08.59 Wita. Namun, Dody belum memberikan penjelasan terkait kondisi korban dan lokasi penemuannya. "Pada pukul 08.59 Wita kami dapat informasi dan baru bisa dipastikan pukul 09.16 Wita (terkait penemuan paket korban ke-10)" ujarnya.

Dia menegaskan dengan ditemukannya satu korban hari ini, maka seluruh korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 telah ditemukan. Tim SAR juga telah menemukan sejumlah barang penting dari pesawat.

"Dan alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban, tepat dengan sandi sapu bersih," tegasnya.

Tim SAR gabungan sebelumnya lebih dulu menemukan 9 jenazah kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT. Dari 9 jenazah, ada 2 di antaranya dalam kondisi utuh dan telah teridentifikasi.

Penemuan korban ke-10 ini juga dibenarkan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan.

“Update dari lapangan, dua paket hasil evakuasi telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, pagi tadi. Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan,” ujar Andi dikutip dari keterangan resmi, Jumat (23/01/2026).

"Pukul 09.06 wita paket ke-9 telah ditemukan, dan pukul 09.10 wita paket ke-10 telah ditemukan, dan sementara dalam proses evakuasi," tambahnya melansir bloombergtechnoz.

Pesawat ATR 42-500 mengalami hilang kontak usai berupaya mendarat pada Sabtu, 17 Januari lalu. Pada esok harinya, tim gabungan menemukan satu jenazah dekat puncak Gunung Bulusaraung. Penemuan kembali terjadi pada hari kedua, tim gabungan menemukan jenazah pramugari di salah satu sisi tebing.

Proses pencarian kemudian hanya menemukan serpihan, potongan badan pesawat, dan kotak hitam pada hari ke-3 hingga hari ke-5. Tim gabungan kemudian menemukan enam jenazah korban pesawat pada hari ke-6 atau Kamis (22/01/2026). 

Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang, dengan rincian awak pesawat yakni Capt. Andy Dahananto, SIC/FO M. Farhan Gunawan, FOO Hariadi, EOB Restu Adi P, EOB Dwi Murdiono, FA Florencia Lolita, dan FA Esther Aprilita S

Sementara ketiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Masing-masing Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan analis kapal pengawas.

Selanjutnya, Deden Mulyana dengan pangkat penata muda tingkat I dengan jabatan pengelola barang milik negara dan Yoga Naufal dengan jabatannya operator foto udara.(*)


Editor : Lutfiyu Handi / berbagai sumber

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.