07 February 2026

Get In Touch

Angin Kencang Landa Malang Raya, BMKG Ungkap Pemicu Cuaca Ekstrem

Ilustrasi: Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Kota Malang, Sabtu (24/1/2026). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Ilustrasi: Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Kota Malang, Sabtu (24/1/2026). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lentera) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Malang Raya, pada Sabtu (24/1/2026), tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer yang saat ini aktif di wilayah Jawa Timur.

Forecaster Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Nur Faris menyatakan angin kencang terjadi akibat aktifnya angin monsun Asia yang diperkuat oleh pola pertemuan angin atau konvergensi, serta adanya gangguan atmosfer berskala ekuatorial.

"Angin kencang diakibatkan aktifnya angin monsun Asia. Pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer equatorial Rossby, serta diprakirakan adanya gangguan gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur," ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Faris menjelaskan, kondisi atmosfer tersebut semakin diperkuat oleh suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan. Situasi ini menyebabkan atmosfer menjadi labil dan mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.

"Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang," katanya.

Selain itu, BMKG juga mencatat keberadaan siklon tropis Luana yang sebelumnya terpantau sebagai bibit siklon 91S di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fenomena tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk kawasan Malang Raya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo dalam rilis resminya menyebutkan, potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur masih perlu diwaspadai dalam rentang waktu 21 hingga 30 Januari 2025. 

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, puting beliung, tanah longsor, hingga hujan es.

Dalam rilis tersebut, tiga daerah di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, masuk dalam wilayah yang memiliki potensi terdampak bencana hidrometeorologi selama periode tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyebut angin kencang yang terjadi, pada Sabtu ini mengakibatkan pohon tumbang di enam titik yang tersebar di Kecamatan Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.

Beruntung, peristiwa pohon tumbang di wilayah Kota Malang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang pengendara sepeda motor mengalami luka ringan di bagian kepala akibat tertimpa dahan pohon yang patah di Jalan Raya Langsep.

Dampak angin kencang juga dirasakan di wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di Jalan Raya Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang. BPBD setempat melaporkan adanya pohon tumbang yang menimpa satu unit mobil yang tengah melintas di lokasi tersebut.

Meski demikian, peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, pohon tumbang sempat mengganggu arus lalu lintas menuju wilayah Kecamatan Wajak sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.


 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.