30 January 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Ajak Mahasiswa Universiti Malaya Berkunjung ke Lima Wali di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan kehormatan mahasiswa Universiti Malaya dalam rangka Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Gahadi, Selasa (27/1/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan kehormatan mahasiswa Universiti Malaya dalam rangka Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Gahadi, Selasa (27/1/2026).

SURABAYA (Lentera) — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mempromosikan wisata religi dan mengajak mahasiswa Universiti Malaya Malaysia untuk mengunjungi lima dari sembilan Wali Songo yang berada di Jawa Timur. Ajakan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kehormatan mahasiswa Universiti Malaya dalam rangka Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Gahadi, Selasa (27/1/2026).

Dalam sambutannya, Khofifah menuturkan bahwa Jawa Timur memiliki keistimewaan spiritual dan kultural yang kuat. Ia mengisahkan pengalaman bertemu Guru Besar Al-Azhar Asy-Syarif, Prof. Dr. Syeikh Muhammad Mehana, pada Desember 2023, yang menyebut Jawa Timur sebagai daerah yang “penuh cahaya dan penuh keberkahan”.

“Menurut Syeikh Mehana, Jawa Timur adalah wilayah yang dipenuhi cahaya dan barakah. Ini bukan tanpa sebab, karena hampir setiap saat majelis sholawat dan majelis ilmu digelar di berbagai daerah dengan jamaah puluhan ribu orang,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, tradisi keagamaan yang kuat tersebut turut membentuk karakter masyarakat Jawa Timur yang religius, toleran, dan moderat. Hal ini, menurut Khofifah, tidak terlepas dari peran para Wali Songo dalam meletakkan fondasi kehidupan keagamaan di Nusantara.

“Dari sembilan Wali Songo, lima di antaranya berada di Jawa Timur, yakni Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, serta Sunan Bonang. Ini menjadi kekayaan spiritual yang luar biasa,” jelasnya.

Khofifah juga menyinggung ajaran Sunan Drajat yang menekankan nilai-nilai kepedulian sosial, seperti memberi makan kepada yang lapar, memberi pakaian kepada yang membutuhkan, memberi payung pada yang kehujanan, dan memberi tongkat pada orang yang buta. Nilai-nilai tersebut dinilainya relevan dengan semangat kemanusiaan dan moderasi beragama saat ini.

Selain kedekatan spiritual, Khofifah menilai hubungan Jawa Timur dan Malaysia juga memiliki kedekatan geografis dan historis. Bahkan, ia menyebutkan bahwa akses transportasi antara Surabaya dan Kuala Lumpur relatif mudah dan terjangkau.

“Hubungan kita sebenarnya sangat dekat. Mudah-mudahan kunjungan ini menjadi penguat persaudaraan dan dapat dikembangkan dalam berbagai format kerja sama, baik di bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, maupun budaya,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Khofifah berharap kunjungan mahasiswa Universiti Malaya ke Jawa Timur dapat membawa pengalaman intelektual dan spiritual yang bermakna serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarbangsa.

“Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi pertemuan yang penuh ridha dan berkah dari Allah SWT,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.