30 January 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Palangka Raya Usulkan Pemkot Libatkan Akademisi Tangani Pencemaran Lingkungan

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi

PALANGKA RAYA (Lentera) - Masalah kebersihan dan pencemaran lingkungan di Kota Palangka Raya telah menjadi perhatian serius, dengan berbagai tantangan seperti penumpukan sampah, pencemaran air di sungai dan lahan gambut, serta penurunan kualitas udara akibat aktivitas manusia.

Terkait permasalahan ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melibatkan akademisi, dalam menangani masalah strategis kebersihan kota dan pencemaran lingkungan.

"Kolaborasi dengan pihak akademisi akan membawa pendekatan yang lebih sistematis, berbasis riset dan berkelanjutan, untuk mengatasi permasalahan yang semakin kompleks di wilayah setempat," papar Hasan, Rabu (28/1/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pendekatan konvensional memerlukan sentuhan keilmuan sehingga dapat mengidentifikasi akar masalah dan merumuskan solusi yang tepat sasaran.

Peran akademisi, baik dari perguruan tinggi lokal maupun institusi penelitian terkait, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam berbagai aspek penting. 

Mulai dari melakukan studi dan analisis mendalam terkait kondisi kebersihan serta tingkat pencemaran lingkungan di berbagai wilayah kota, mengembangkan model pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakteristik daerah Palangka Raya, hingga menyusun kebijakan yang berbasis bukti ilmiah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan.

"Hendaknya kolaborasi tidak hanya sebatas penyediaan rekomendasi, tetapi perlu melibatkan akademisi dalam proses implementasi dan evaluasi program yang dilaksanakan," jelasnya.

Hasan mengusulkan, agar Pemkot menyusun kerangka kerja sama yang jelas dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di sekitar Palangka Raya. 

Langkah ini mencakup penetapan fokus permasalahan yang akan ditangani, alokasi anggaran yang memadai untuk riset dan implementasi solusi, termasuk pembentukan tim kerja yang terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, dan masyarakat, untuk mengkoordinasikan seluruh langkah kerja sama.

Melalui upaya ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam penanganan masalah kebersihan dan lingkungan di Palangka Raya. 

"Dengan melibatkan akademisi merupakan investasi untuk masa depan Kota Palangka Raya, agar kita memiliki lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni," pungkasnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.