30 January 2026

Get In Touch

Dianggarkan Rp5 Miliar, Pemkot Malang Pastikan Pembangunan Jembatan Sonokembang Dimulai Februari

Ilustrasi: Jembatan bailey di lokasi jembatan Sonokembang, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Jembatan bailey di lokasi jembatan Sonokembang, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pembangunan Jembatan Sonokembang akan segera dimulai pada Februari 2026, proyek infrastruktur tersebut dianggarkan sekitar Rp5 miliar bersumber dari APBD Kota Malang.

"Semoga di bulan depan atau minggu depan, di Februari 2026 ini Jembatan Sonokembang sudah bisa kami mulai pengerjaannya," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Rabu (28/1/2026).

Dijelaskannya, jembatan yang sebelumnya mengalami ambrol pada bagian pondasi tersebut akan dibangun kembali secara permanen dengan konstruksi yang lebih kuat. Selain itu, desain jembatan juga akan mengalami perubahan untuk menyesuaikan kondisi elevasi jalan dan aliran sungai di bawahnya.

"Termasuk ada peninggian jembatan kurang lebih satu meter, menyesuaikan elevasi jalan," jelasnya.

Menurut Dandung, peninggian jembatan dilakukan untuk memperlancar aliran air sungai sekaligus mengantisipasi tersumbatnya sampah di bawah jembatan. Penyesuaian elevasi juga dilakukan agar akses dari arah utara menjadi lebih landai dan aman bagi pengguna jalan. 

Lebih lanjut, selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung, Dinas PUPR-PKP memastikan jembatan bailey yang saat ini terpasang tetap dapat digunakan oleh masyarakat. Jembatan darurat tersebut baru akan dibongkar setelah jembatan permanen dinyatakan berfungsi secara penuh.

"Jembatan bailey tetap kami pertahankan seperti posisi saat ini. Nantinya akan kami bongkar setelah jembatan permanen yang baru sudah berfungsi," katanya.

Dandung menyebutkan, pelaksanaan pengerjaan Jembatan Sonokembang diperkirakan membutuhkan waktu antara 5 hingga 6 bulan, terhitung sejak pekerjaan konstruksi dimulai.

"Estimasi pengerjaannya antara lima sampai enam bulan," ujarnya.

Dari sisi dimensi, jembatan baru nantinya akan memiliki lebar sekitar sembilan meter dengan panjang 17 meter. Lebar tersebut dirancang untuk mengakomodasi arus kendaraan sekaligus menyediakan ruang bagi pejalan kaki.

"Di kanan-kiri akan kami siapkan space untuk pejalan kaki, dengan trotoar kurang lebih satu meter," ungkapnya.

Untuk memastikan kekuatan konstruksi, dek jembatan akan dibangun baru menggunakan fondasi strauss pile. Selain itu, penguatan juga dilakukan pada plengsengan serta pondasi sayap jembatan guna menopang beban kendaraan yang melintas.

Meski konstruksi diperkuat, Pemkot Malang tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Satlantas untuk mengatur pembatasan tonase kendaraan yang melintas di Jembatan Sonokembang.

"Nanti tetap akan kami koordinasikan dengan Dishub dan Satlantas untuk pembatasan tonase," pungkas Dandung.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.