BLITAR (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dibawah kepemimpinan Wali Kota, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 Kategori Utama.
Penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI tersebut, atas capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 100 persen di Kota Blitar.
Dterima langsung oleh Mas Ibin pada acara penganugerahan UHC Awards 2026, yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Diraihnya penghargaan tersebut menegaskan, keberhasilan pemerintah daerah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh warganya.
Hingga akhir 2025, tingkat kepesertaan JKN di Kota Blitar tercatat telah mencapai 100 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 95,14 persen.
Angka ini menempatkan Kota Blitar sebagai salah satu daerah, dengan kinerja jaminan kesehatan terbaik di Jawa Timur.
Mas Ibin menyampaikan, penghargaan UHC Awards bukan sekadar simbol prestasi pemerintah daerah, melainkan hasil kerja kolektif lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan menjaga cakupan dan keaktifan kepesertaan JKN merupakan buah sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Kami merasa terhormat menerima UHC Awards Kategori Utama, yang menempatkan Kota Blitar di peringkat dua se-Jawa Timur. Ini adalah hasil kolaborasi semua pihak, mulai dari BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, hingga masyarakat yang tertib menjaga kepesertaan JKN tetap aktif,” ujar Mas Ibin dalam keterangan diterima, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan, komitmen Pemkot Blitar terhadap UHC tidak berhenti pada capaian angka. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, agar manfaat JKN benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung.
"Penghargaan ini adalah apresiasi untuk warga Kota Blitar, kami ingin memastikan ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, mereka bisa mengaksesnya dengan mudah dan tanpa beban biaya melalui JKN,” tegasnya.
Secara nasional, UHC Awards 2026 diberikan BPJS Kesehatan kepada 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota yang dinilai berhasil mencapai dan mempertahankan cakupan kepesertaan JKN.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyebut capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan kolaborasi lintas sektor, dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
“Hingga 31 Desember 2025, kepesertaan JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, melampaui target RPJMN 2025–2029,” ujar Ghufron.
Menurutnya, komitmen kepala daerah menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan.
“Ketika kepala daerah memiliki komitmen kuat, perlindungan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan secara lebih merata,” tandasnya.
Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra




