31 January 2026

Get In Touch

Warga Bojonegoro Antusias Pasar Murah, Gubernur Khofifah Janji Perbanyak di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah di Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah di Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1/2026).

BOJONEGORO (Lentera) – Pasar murah di Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, yang digelar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu (28/1/2026) mendapat respon antusias dari ratusan warga setempat.

Warga sudah memadati pasar murah tersebut. Mereka mengantre untuk membeli bahan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Warga juga nampak gembira karena selain mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, Gubernur Khofifah juga membagikan bantuan beras kepada lansia serta telur kepada ibu hamil. 

Sumarsih warga setempat mengatakan kegiatan pasar murah sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama warga tidak mampu. Karena itu, wanita 52 tahun ini berharap, pada Ramadan mendatang, pasar murah bisa lebih digencarkan.

Terlebih lagi, lanjutnya, harga di pasar murah ini lebih murah dibandingkan harga yang ada di pasar umum. Jadi, begitu mengetahui ada pasar murah dia langsung datang. "Mumpung murah mas. Jadi buat stok di rumah. Terutama beras. Harga sering berubah-ubah. Yaitu Rp 15 ribu sapai Rp 17 ribu kilogram untuk beras premium. Sementara, beras premium di pasar murah dijual Rp 70 ribu per lima kilogram. Sedangkan SPHP hanya Rp 55 ribu per 5 kilogram," katanya.

Sumarsih mengaku sebelumnya juga pernah mendatangi pasar murah di Kecamatan Kapas. Padahal jarak antara rumahnya dengan lokasi pasar murah itu hingga puluhan kilometer.

Di pasar murah kali ini, Sumarih datang bersama anak dan cucunya yang masih kecil. Dia berharap dapat berbelanjan lebih banyak. Karena sebelumnya hanya bisa membeli 10 kilo beras SPHP, sebab adanya batasan pembelian. Namun, karena bersama anak dan cucu, dirinya dapat membeli 4 karung beras SPHP, serta dapat gratis telur dari Gubernur Khofifah. 

"Satu orang jatuhnya hanya bisa beli 2 karung beras SPHP. Kalau berdua kan jadi bisa beli 4 karung, 20 kilo. Jadi bisa buat stok sebulan ke depan. Kalau  bisa (stok) sampai bulan Ramadan," ujarnya. 

Pasar murah sengaja digelar di tengah dinamika harga pangan yang cenderung fluktuatif ini sebagai langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Gubernur Khofifah mengatakan akan memperbanyak pasar murah. "Bulan Januari 2006 ini kita memang semestinya memperbanyak pasar murah ini, selain di kota juga di desa. Harapan Kita mendekatkan perkampungan," tandasnya usai tinjauan pasar murah di Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

Dia menandaskan pasar murah bukan kompetitor pasar tradisional, namun upaya pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi.

Seiring dengan semakin dekatnya dengan bulan Ramadan tentu kebutuhan logistik rumah tangga juga meningkat, terlebih lagi  menjelang Idul Fitri.  

"Ini (pasar murah) adalah komplementaritas dengan tugas-tugas bupati, wakil bupati. Jadi, kita saling melapisi saja, apa yang dilakukan oleh kabupaten/kota melapisi dengan pasar murah oleh Pemprov Jatim," tandansya.

Pasar murah untuk memastikan bahwa daya beli masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pemenuhan logistik mereka dan harganya jauh di bawah pasar tradisional.

Menurut Khofifah, harga kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan dasar rumah tangga kerap mengalami fluktuasi. Oleh karena itu, Pemprov Jatim rutin menggelar pasar murah di berbagai titik sebagai upaya menjaga stabilitas harga.

"Konsistensi pelaksanaan pasar murah menunjukkan komitmen pemerintah Jatim menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat," tegasnya.

Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasaran. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, dan telur ayam Rp22.000 per kemasan.

Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

"Harga telur rata-rata Rp29.000 - 30.000 per kilogram, di sini dijual Rp22.000 per kilogram, gula id food Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17.800 per kg dijual Rp14.000 per kg. MinyaKita premium Rp16.800 per liter dijual Rp13.000 per liter. Beras SPHP kalau di HET Bulog Rp12.500 per kg, lalu di pasar tradisional Rp13.500 per kg, tapi di sini dijual Rp11.000 per kg. Kemudian, Daging ayam Rp38.000 per kg, di sini dijual Rp30.000 per kg," jelasnya. 

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa intervensi harga melalui pasar murah menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

"Sifatnya stabilisasi inflasi dan pengendalian harga apalagi menjelang ramadhan dan lebaran pasti kebutuhan logistik rumah tangga meningkat," ungkapnya. 

"Ketika demand meningkat tapi supply standar harga akan naik apalagi supply berkurang maka kita mencoba membangun penetrasi supaya inflasi terkendali, stabil dan terjangkau bagi masyarakat," imbuhnya. 

Mengingat besarnya manfaat bagi masyarakat, Khofifah memastikan kegiatan pasar murah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Jawa Timur.

"Kami tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara adil dan merata. Melainkan turut menguatkan ketahanan pangan di masing-masing daerah," tegasnya. (*)


Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.