30 January 2026

Get In Touch

Kasus DBD Meningkat, Masyarakat Dihimbau Waspada dan Lakukan Upaya Pencegahan

Kawasan Mendawai yang padat penduduk beresiko tinggi penyebaran wabah DBD.
Kawasan Mendawai yang padat penduduk beresiko tinggi penyebaran wabah DBD.

PALANGKA RAYA (Lentera) – Belakangan ini kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di beberapa wilayah Kota Palangka Raya, khususnya di wilayah padat penduduk.Pemerintah kota meminta supaya masyarakat waspada dan melakukan upaya pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan kondisi padatnya hunian di beberapa wilayah kota dianggap menjadi faktor yang mempermudah penyebaran nyamuk pembawa virus DBD.

"Penyakit DBD masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai di Kota Palangka Raya," papar Riduan, Kamis (29/1/2026).

Ia mengutarakan, dari laporan yang diterima menunjukkan tren peningkatan kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Salah satunya di kawasan Mendawai, Kelurahan Palangka, dimana dilaporkan puluhan warga terjangkit wabah DBD.

Jika ruang yang terbatas tidak dikelola dengan baik, berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk, seperti genangan air, tumpukan kain, maupun tumpukan barang yang tidak terpakai.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus mewaspadai ancaman penyakit DBD yang sedang berkembang," ucapnya.

Ia menekankan, upaya pencegahan yang dilakukan bersama, menjadi kunci utama untuk menekan angka kasus DBD agar tidak terus bertambah.

Riduan menambahkan, jika di suatu kawasan atau komplek perumahan ada warga yang merasakan gejala DBD, maka harus benar-benar diperhatikan.

Adapun gejala utama DBD yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi yang berlangsung lebih dari tiga hari, sakit kepala hebat, nyeri pada mata belakang, nyeri otot dan sendi, serta munculnya bintik merah pada kulit.

Dinkes Kota Palangka Raya juga akan berupaya meningkatkan penyuluhan dan pemantauan kasus di seluruh wilayah setempat, terutama di daerah-daerah yang dianggap berisiko tinggi. 

"Kami juga akan melakukan kerja sama dengan pihak kecamatan dan kelurahan, guna menggelar kegiatan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala," tutupnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.