30 January 2026

Get In Touch

Pemprov Jatim Target Produksi Beras pada 2026 Lebih dari 1,8 Juta Ton

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur, Heru Suseno.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur, Heru Suseno.

SURABAYA (Lentera) — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan produksi beras tahun 2026 minimal menyamai bahkan melampaui capaian 2025 yang mencapai 1,8 juta ton, tertinggi secara nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur, Heru Suseno, mengatakan bahwa meski terjadi penurunan tipis luas lahan sawah, produksi padi justru mengalami peningkatan signifikan.

“Dari 2024 ke 2025 luas sawah relatif stabil, dari 1,207 juta hektare menjadi 1,206 juta hektare. Namun produksi padi naik karena luas panen meningkat, satu lahan bisa panen dua sampai tiga kali,” ujar Heru, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan produksi pertanian didorong oleh sejumlah faktor, di antaranya kualitas benih yang lebih baik, ketersediaan sumber air, serta cuaca yang menguntungkan, terutama bagi daerah tadah hujan.

Meski beberapa wilayah seperti Lamongan dan Bojonegoro sempat terdampak banjir, Heru memastikan dampaknya tidak signifikan terhadap produksi padi Jawa Timur.

“Lamongan sudah mengajukan benih untuk sekitar 2.500 hektare sawah yang terdampak banjir, sehingga tetap bisa panen meski waktunya sedikit molor,” jelasnya.

Berdasarkan data, produksi beras Jawa Timur pada 2025 mencapai 1,8 juta ton, atau naik sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mengukuhkan Jatim sebagai provinsi produsen beras tertinggi di Indonesia. Untuk 2026, Pemprov Jatim menargetkan produksi minimal sama atau lebih tinggi dari capaian tersebut.

Heru juga menilai program modifikasi cuaca yang digagas Gubernur Jawa Timur berjalan efektif dalam menjaga stabilitas produksi pertanian.

“Program Ibu Gubernur terkait modifikasi cuaca terbukti membantu, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko gagal panen,” tambahnya.

Sementara itu, Kabupaten Lamongan kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan utama Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Lamongan pada 2025 diperkirakan mencapai 153,38 ribu hektare, naik 22,71 ribu hektare atau 17,38 persen dibandingkan 2024.

Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada 2025 diperkirakan mencapai 1,088 juta ton, meningkat 16,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 904,93 ribu ton, juga naik 16,57 persen dari 2024.

Adapun produksi beras untuk konsumsi penduduk di Lamongan pada 2025 diperkirakan mencapai 522,52 ribu ton, atau naik 74,27 ribu ton (16,57 persen) dibandingkan 2024.

Dengan capaian tersebut, Pemprov Jatim optimistis produksi padi dan beras pada 2026 dapat terus ditingkatkan guna memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (*)



Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.