30 January 2026

Get In Touch

Dinas Pendidikan Jatim Target Rehabilitasi dan Renovasi 550 Sekolah di 2026

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

SURABAYA (Lentera) — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan rehabilitasi dan renovasi 550 sekolah pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa dari total sekitar 4.030 sekolah negeri dan swasta di Jawa Timur, hampir 50 persen di antaranya masih berada dalam kondisi kurang layak untuk menunjang proses pembelajaran.

“Masih banyak sekolah yang ruang kelasnya tidak memadai, tidak memiliki laboratorium, hingga fasilitas toilet yang rusak karena dimakan usia,” ujar Aries saat ditemui di sela kegiatan Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan sekolah dilakukan berdasarkan inisiatif sekolah melalui pengajuan proposal, yang kemudian diverifikasi berdasarkan tingkat kelayakan dan urgensi perbaikan. Dukungan pendanaan berasal dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk kredit, maupun dari pemerintah daerah melalui program rehabilitasi.

“Jumlahnya cukup signifikan di masing-masing daerah, berdasarkan proposal yang diajukan dan kebutuhan yang paling mendesak. Hingga kini, sekitar 550 sekolah di Jawa Timur telah diperbaiki, tersebar di berbagai wilayah termasuk Bojonegoro dan Tuban,” jelasnya.

Aries berharap pada tahun mendatang, Jawa Timur kembali mendapatkan alokasi yang besar seiring rencana program nasional Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan rehabilitasi 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan Jawa Timur kembali mendapatkan jumlah yang cukup signifikan agar sekolah-sekolah kita benar-benar bisa dinikmati oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Untuk tahun 2026, Pemprov Jatim menargetkan jumlah rehabilitasi minimal sama atau lebih banyak dibandingkan tahun 2025.

Selain itu, Aries juga menyinggung pengembangan SMA Taruna di Jawa Timur yang kini berjumlah enam sekolah, dengan SMA Taruna Pamong Praja sebagai unit terbaru. Menurutnya, kehadiran SMA Taruna ini melengkapi variasi pendidikan berbasis kedisiplinan dan kepemimpinan.

“Kita sudah punya matra TNI, Kepolisian, dan pemerintahan melalui IPDN. Ini memberi pilihan yang lebih variatif bagi siswa sesuai minat dan bakat mereka,” ujarnya.

Terkait rencana ke depan, Aries membuka peluang penambahan SMA Taruna dengan matra yang berbeda, seperti dari unsur Kejaksaan (Adhyaksa), selama ada inisiasi dari lembaga terkait.

“Kalau dari Adhyaksa tentu bagus, tapi semuanya kembali pada inisiasi dari masing-masing lembaga,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.