01 February 2026

Get In Touch

Kadindik Jatim Ajak ASN Pendidikan Wujudkan Digital Impact

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai.

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Provinsi (Pempprov) Jawa Timur terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di sektor pendidikan agar tidak sekadar melek teknologi, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata dalam pelayanan publik. 

Salah satunya lewat Webinar ASN Belajar Seri 3 bertema “From Digital Skill to Digital Impact” yang menekankan pentingnya transformasi kompetensi digital ASN agar teknologi benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, pengambilan keputusan, dan tata kelola pendidikan.

Kegiatan dibuka dengan keynote speech Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P. Ia mengatakan peningkatan kapasitas ASN merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks dan berbasis digital.

“ASN harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan memberikan layanan publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ramli, Sabtu (31/12026).

Selain Ramli, turut hadur Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai. Dalam kesempatan itu, Aries menegaskan talenta digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi, melainkan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.

“Talenta digital bukan tentang siapa yang paling mahir teknologi, melainkan siapa yang mampu menggunakan teknologi untuk memberi manfaat. Pendidikan Jawa Timur harus hadir menyiapkan itu dari sekolah, oleh guru, bersama ASN, untuk masa depan generasi kita,” tutur Aries.

Ia menjelaskan digital impact berarti teknologi mampu membantu pekerjaan ASN secara nyata, mulai dari membantu guru mengajar lebih tepat sasaran, mempercepat pengambilan keputusan kepala sekolah berbasis data, hingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik.

“Tantangan ASN hari ini bukan lagi soal bisa atau tidak menggunakan teknologi, tetapi apakah teknologi yang digunakan mampu menyelesaikan persoalan publik,” katanya.

Dalam paparannya, Aries menekankan talenta digital bukanlah profesi, melainkan pola pikir. ASN dituntut mampu menganalisis data, menyelesaikan masalah, meningkatkan mutu layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi organisasi.

Ia juga memaparkan sejumlah contoh praktik digital impact, antara lain guru memanfaatkan data asesmen untuk memetakan capaian murid, kepala sekolah menggunakan dashboard digital untuk menentukan prioritas anggaran, ASN menyederhanakan layanan melalui sistem digital, serta peserta didik SMA/SMK yang dipersiapkan memasuki dunia kerja berbasis teknologi.

“Inilah digital impact di level praktik—konkret, terukur, dan dapat dirasakan langsung,” ujarnya.

Aries menambahkan, perubahan dunia kerja yang sangat cepat menuntut ASN untuk terus beradaptasi. Banyak pekerjaan masa depan berbasis keterampilan (skills-based), bukan semata-mata ijazah. Di sisi lain, generasi muda yang dekat dengan teknologi belum tentu produktif secara digital, sehingga penguatan talenta digital menjadi kebutuhan mendesak.

Program penguatan talenta digital ini menyasar seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari ASN pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, guru dan kepala sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif dan relevan, peserta didik SMA/SMK agar siap memasuki industri digital, hingga masyarakat dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat.

Transformasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan Jatim Cerdas, pendidikan berdampak, serta SDM unggul dan berdaya saing.

Tak lupa, Aries mengajak seluruh peserta menjadikan Webinar ASN Belajar Seri 3 sebagai langkah awal untuk menerapkan praktik kerja digital yang lebih efektif di unit kerja masing-masing.

"Webinar ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan ASN Jawa Timur dalam menghadapi tuntutan kerja masa depan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di era digital," harapnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.