MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan skema jalan kembar di kawasan Pasar Gadang. Tak lagi satu jalur, ruas jalan dari simpang empat lampu merah Jalan Raya Gadang hingga jembatan pasar tersebut akan dibangun menjadi 2 jalur bermedian.
Kepala Dinas Penataaan Ruang, Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan skema ini dilakukan untuk menata arus lalu lintas di kawasan pasar yang selama ini dikenal padat.
"Jadi jalan di Pasar Gadang itu rencananya nanti akan dibuat jalan kembar, terusan dari jembatan di sana," ujar Dandung, Senin (2/2/2026).
Diketahui, rencana perbaikan Jalan Pasar Gadang sejatinya sudah disusun sejak 2024 lalu. Untuk itu, Dandung memastikan proyek perbaikan dan penataan ruas jalan di kawasan tersebut menjadi prioritas utama dan harus terlaksana pada tahun 2026 ini.
Secara teknis, kata Dandung, masing-masing jalur jalan dirancang memiliki lebar sekitar 6 meter serta di bagian tengah ruas jalan akan dibangun median sebagai pemisah arus kendaraan dari dua arah.
Lebih lanjut, tidak hanya pada ruas utama, Dandung menyebut penataan juga akan mencakup akses jalan kecil di sekitar pasar yang selama ini menjadi titik pertemuan arus kendaraan.
"Termasuk sirip-siripnya. Sirip-sirip itu yang sebelah utara pasar, kan ada jalan juga. Itu nanti juga akan kami eksekusi. Termasuk sirip-sirip yang ke arah selatan," katanya.
Dandung menuturkan, pendanaan proyek ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yakni dana APBN yang dialokasikan ke daerah untuk mendanai kegiatan tertentu, baik fisik maupun nonfisik. "Anggarannya Rp14,98 miliar. Dari DAK," terangnya.
Anggaran bernilai besar tersebut, menurutnya dikarenakan material jalan tidak akan menggunakan aspal, melainkan cor beton. Keputusan ini diambil berdasarkan kondisi khas di kawasan Pasar Gadang yang dinilai tidak ramah terhadap material aspal.
"Kalau diaspal percuma, karena kan pedagang-pedagang di sana kan masih sering menyiramkan air bekas ikan itu ke jalanan. Itu bisa mengikis aspal," ungkapnya.
Kendati menjadi prioritas utama, Dandung mengakui pelaksanaan proyek jalan kembar ini diperkirakan baru bisa dimulai setelah Idul Fitri 2026. Hal tersebut menyesuaikan dengan aspirasi para pedagang pasar agar pengerjaan tidak mengganggu aktivitas ekonomi menjelang Lebaran.
Sebagai informasi, pada tahun 2026 ini Pemkot Malang juga akan mendapat pekerjaan infrastruktur lain melalui pendanaan bantuan Bank Dunia, yakni perbaikan saluran drainase di Jalan Bondowoso.
Dandung menyebutkan, proses prakualifikasi pekerjaan tersebut telah ditutup pada akhir Desember 2025 lalu. Penanganan drainase ini mencakup kawasan Jalan Bondowoso, berlanjut ke Jalan Arjuno hingga Jalan Letjen Sutoyo.
Seragam dengan proyek Jalan Pasar Gadang, pengerjaan proyek drainase ini juga diperkirakan dimulai setelah Idul Fitri 2026. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi




