02 February 2026

Get In Touch

BRIN Perkuat Diplomasi Sains Indonesia–Jepang

Prof. Susumu Kitagawa.
Prof. Susumu Kitagawa.

TANGERANG (Lentera) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat diplomasi sains Indonesia–Jepang melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Internasional bersama Peraih Nobel Kimia 2025 Prof. Susumu Kitagawa. Kegiatan ini akan berlangsung di Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (4/2/2026). 

Prof. Susumu Kitagawa, ilmuwan terkemuka dunia dari Kyoto University, Jepang, yang dikenal sebagai perintis pengembangan porous coordination polymers (PCPs) atau metal–organic frameworks (MOFs) akan hadir dalam Kuliah Umum Internasional bertema The Usefulness of Useless: Fundamental Curiosity, Enduring Impact ini.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan kehadiran Prof. Kitagawa di Indonesia merupakan momentum strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Jepang. Prof. Kitagawa merupakan peraih hadiah Nobel Kimia Tahun 2025.

“Diplomasi sains dinilai menjadi instrumen penting untuk mendorong alih pengetahuan, meningkatkan kapasitas riset nasional, serta mempercepat pembangunan ekosistem riset dan inovasi material maju yang berdaya saing global,” kata Arif dalam keterangan tertulis pada Senin (2/2/2026).

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, menyampaikan kedatangan peraih Nobel Kimia ke Indonesia menjadi kesempatan penting untuk menginspirasi periset dan mahasiswa serta memperluas jejaring kolaborasi internasional. “Kunjungan ini juga turut membangun budaya scientific excellence dan memperkuat ekosistem riset menuju lahirnya periset Indonesia berkelas Nobel di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Joddy Arya Laksmono menekankan The Usefulness of Useless: Fundamental Curiosity, Enduring Impact menjadi benang merah Kuliah Umum Internasional yang disampaikan oleh Peraih Nobel 2025 Bidang Kimia Prof. Susumu Kitagawa. 

Melalui pengalamannya dalam riset fundamental material berpori, Prof. Kitagawa menunjukkan bagaimana rasa ingin tahu ilmiah yang mendasar—yang pada awalnya tidak ditujukan untuk aplikasi praktis—telah membangun fondasi pengetahuan yang kini berkontribusi nyata pada pengembangan teknologi strategis, termasuk di bidang energi dan material maju.

“Kuliah Umum Internasional ini menegaskan pentingnya riset dasar sebagai investasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional,” ujar Joddy.

Kunjungan Prof. Kitagawa juga akan dimanfaatkan untuk inisiasi pembentukan Asosiasi MOF Indonesia sebagai wadah kolaboratif antara BRIN, perguruan tinggi, dan industri dalam pengembangan riset MOFs secara terkoordinasi dan berkelanjutan. Selain itu, akan dilakukan penjajakan pembentukan Sister Laboratory (SISTER LAB) serta penguatan kerja sama riset internasional, termasuk dengan institusi riset dan universitas di Jepang.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Prof. Kitagawa dijadwalkan melakukan kunjungan ke fasilitas laboratorium riset BRIN di KST B.J. Habibie, Serpong. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkenalkan kapabilitas dan infrastruktur riset nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi riset material berpori berbasis sumber daya alam dan biodiversitas Indonesia.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum internasional ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi sains Indonesia–Jepang, meningkatkan kualitas sumber daya manusia riset, serta mendorong kolaborasi global untuk menghasilkan inovasi material maju yang berdampak bagi pembangunan nasional. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.