BOGOR (Lentera) - Presiden Prabowo Subianto memaparkan akan membangun 18 proyek strategis nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menyebut proyek hilirisasi prioritas tersebut akan mulai dilakukan di tahun ini. Dia juga mengatakan bahwa 18 proyek ini akan menciptakan 276 ribu lapangan kerja baru.
“18 proyek ini akan menciptakan 276 lapangan kerja berkualitas dengan investasi Rp618 triliun.” kata Prabowo, Senin, di Sentul, Jawa Barat (2/2/2026) melansir Bloomberg Technoz.
Berikut merupakan 18 proyek hilirisasi prioritas yang disebut oleh Presiden Prabowo.
1. Industri smelter aluminium
2. Industri stainless steel slab
3. Industri oleoresin
4. Industri ikan filet tilapia,
5. Industri Modul surya teirntegrasi
6. Industri gasifikasi batu bara
7. Industri copper rod wire and tube
8. Industri oleofood (kelapa sawit),
9. Industri carrageenan (rumput laut),
10. Industri bioavtur (dari jelantah),
11. Industri aspal,
12. Industri besi baja
13. Industri nata decoco, MCT dan tepung kelapa
14. Kilang Minyak
15. Industri mangan sulfat,
16. Indsutri chemical grade alumina
17. Industri clor akali plant
18. Oil storage tank
Sebelumnya, para rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (6/11/2025) lalu, Presiden Prabowo menargetkan penyelesaian 18 proyek hilirisasi yang memiliki nilai investasi hampir mencapai Rp600 triliun.
“Percepatan hilirisasi baik di sektor perikanan, kemudian di sektor pertanian, dan di sektor energi dan mineral batu bara. Tadi kami sudah membicarakan setelah pulang dari Cilegon, arahan Bapak Presiden dari 18 proyek yang sudah selesai pra-FS (feasibility study), dan sudah dibicarakan dengan Danantara, tadi Pak Rosan juga, kita akan selesaikan di tahun ini untuk semuanya,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai rapat.
Menurut Bahlil, seluruh proyek hilirisasi tersebut diharapkan mulai memasuki kegiatan lapangan pada 2026 mendatang. Dengan begitu, proyek-proyek tersebut akan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.
“Dengan kita melakukan percepatan 18 proyek yang nilai investasinya hampir Rp600 triliun, maka ini akan menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan produk-produknya itu menjadikan sebagai substitusi impor,” ungkap Bahlil melansir BPMI Setpres.
Selain membahas proyek-proyek besar tersebut, rapat juga menyoroti kebutuhan energi nasional, khususnya terkait produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor. Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini konsumsi LPG Indonesia mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun dan diperkirakan meningkat hingga 10 juta ton pada 2026. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan industri energi dalam negeri.
“Kita tahu bahwa tadi kita baru habis resmikan Cilegon, itu kita membutuhkan LPG kurang lebih sekitar 1,2 juta ton per tahun. Maka konsumsi kita nanti ke depan, di 2026, itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG. Tidak bisa kita lama, kita harus segera membangun industri-industri dalam negeri,” ucap Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mempercepat pembangunan kilang minyak nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Salah satu proyek kilang direncanakan akan diresmikan pada 10 November 2025.
“Selain itu kita akan membangun kilang minyak kita. Kita tahu bahwa 10 November besok kita akan resmikan, tapi sisanya yang lain akan berjalan,” pungkasnya.
Presiden Prabowo juga pernah menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi memperoleh investasi proyek hilirisasi hingga US$6 miliar atau sekitar Rp101 triliun dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan realisasi minimal enam hingga sebelas proyek hilirisasi dalam tahap awal.
“Kami harapkan minimal 6–11 proyek hilirisasi,” ujar Prabowo dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan enam proyek hilirisasi strategis yang akan memasuki tahap groundbreaking dan konstruksi secara bertahap pada awal Februari 2026.
Proyek-proyek tersebut mencakup sektor mineral, energi, dan pangan, termasuk pengembangan industri unggas terintegrasi di lima lokasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi RI sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari agenda hilirisasi pemerintah yang mulai direalisasikan pada awal tahun depan.
“Ada bauksit, aluminum, di Balikpapan kemudian ada bioaktur dan kemudian ada refinery juga, dan ada unggas di lima tempat,” ujar Rosan beberapa waktu lalu. (*)
Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber




