MALANG (Lentera) - Minimnya pasokan dari petani membuat harga cabai rawit di Pasar Tawangmangu, Kota Malang, melonjak tajam. Per Rabu (4/2/2026), harga cabai rawit kualitas baik bahkan telah menembus Rp95 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp30-45 ribu per kilogram sebelumnya.
Salah satu pedagang, Lilis, menyebutkan kenaikan harga cabai rawit terjadi dalam 5 hari terakhir. Sebelumnya, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
"Cabai rawit naik, sekarang harganya jadi Rp80 ribu. Sebelumnya cuma Rp30-40 ribu per kilo. Naiknya sudah lima harian ini," ujarnya.
Menurut Lilis, penyebab utama kenaikan harga tersebut karena stok dari petani yang sangat minim. Ia mengaku mengambil pasokan cabai dari Pasar Sayur Karangploso, Kabupaten Malang yang juga mengalami keterbatasan suplai.
"Infonya gak ada stok dari petani, sepertinya juga kurang pasokannya. Saya ngambilnya di Pasar Sayur Karangploso," jelasnya.
Lilis menambahkan, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, harga cabai rawit memang cenderung naik saat stok kosong, terlebih saat mendekati bulan Ramadan.
"Kalau cabai itu harganya memang naik turun. Tapi kalau kosong stoknya langsung naik. Pernah tahun lalu sampai hampir Rp200 ribu," ungkapnya.
Pedagang lain, Warni, juga membenarkan kenaikan harga cabai rawit yang terjadi sekitar sepuluh hari terakhir. Ia menyebut harga cabai rawit kualitas bagus kini mencapai Rp95 ribu per kilogram, sedangkan cabai campuran dijual Rp85 ribu per kilogram.
"Kalau satu ons saya jual Rp10 ribu. Kalau satu kilo cabai rawit kecil yang bagus Rp95 ribu. Yang campur Rp85 ribu. Naiknya dari harga Rp30-45 ribu," jelasnya.
Warni menduga kenaikan harga ini juga dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Banjir di sejumlah daerah membuat pasokan cabai dari petani berkurang. "Mungkin karena cuaca juga, banyak banjir. Jadi stoknya kurang. Saya ambilnya juga dari Pasar Sayur Karangploso," ujarnya.
Meski harga cabai melonjak, Warni memastikan komoditas sayur-mayur lainnya relatif stabil. Ia menyebut hanya cabai yang mengalami kenaikan cukup tajam.
Sementara itu, untuk komoditas daging, pedagang daging sapi, Ahmad Yani menyebut harga masih stabil di angka Rp125 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga sudah terjadi dua bulan lalu dari sebelumnya Rp115 ribu per kilogram.
Hal serupa juga disampaikan pedagang daging ayam, Sunu. Ia mengatakan harga daging ayam hanya mengalami kenaikan tipis sebesar Rp500 per kilogram, dari Rp36 ribu menjadi Rp37 ribu per kilogram per Rabu (4/2/2026).
Sunu menyebut kenaikan ini dipengaruhi oleh pembagian stok dari peternak. Ia mengaku mengambil pasokan ayam dari rumah potong ayam di Kebalen Wetan.
"Kenaikan harga karena stok ayamnya gak ada. Dari peternak stoknya dibagi," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu





