SURABAYA ( LENTERA ) - Keracunan makanan sering kali dikabarkan terjadi di luar lingkungan rumah, mulai restoran atau jajanan kaki lima yang kurang bersih. Namun, keracunan juga dapat terjadi di dalam rumah, yaitu di dapur tempat tinggal sendiri.
Padahal, sering kali penyebabnya bukanlah sesuatu yang besar, melainkan kebiasaan yang dilakukan tanpa kita sadari.
Dari cara mencuci bahan makanan, menyimpan makanan atau penggunaan talenan yang tidak tepat dapat membuka jalan bagi kontaminasi kuman.
Rutinitas memasak sehari-hari, terdapat beberapa resiko yang lepas dari perhatian. Untuk mengenali dan menghindari kebiasaan yang berisiko bisa menjadi langkah penting untuk menjaga keluarga tetap sehat dan aman di dalam rumah.
Tidak mencuci tangan
Mencuci tangan sebelum masak sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, yang sering terlewat bahkan disepelekan adalah momen di tengah proses memasak.
Setelah memegang daging mentah, membuang sisa sayuran, atau sekedar merapikan sampah makanan, tangan yang tidak segera dicuci dapat menjadi jalur bagi bakteri, dan tanpa sadar, kamu memindahkannya ke sayuran segar, peralatan masak, bahkan sampai ke permukaan meja dapur.
Cara mencegahnya yaitu, setiap kali selesai mengelolah bahan mentah, luangkan waktu sebentar untuk mencuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik.
Langkah kecil ini akan menjadi benteng dalam mencegah kontaminasi silang dan menjaga makanan tetap aman bagi keluarga.
Mengeringkan peralatan dengan lap dapur.
Lap dapur yang sering dipakai untuk berbagai hal, seperti menyeka tumpahan, mengeringkan piring, hingga mengelap tangan.
Namun, justru karena terlalu sering dipakai untuk berbagai hal, lap cepat berubah menjadi tempat berkumpulnya para kuman, jika lap itu jarang dicuci.
Solusi paling aman adalah membiarkan piring dan peralatan masak lainnya kering dengan sendirinya. Dengan cara ini menjadi lebih higenis, sekaligus mencegah perpindahan bakteri dari kain lap ke peralatan makan yang akan digunakan.
Mencuci ayam mentah
Beberapa orang merasa wajib untuk mencuci ayam mentah sebelum dimasak agar memastikan kebersihannya. Faktanya, kebiasaan ini justru bisa membawa risiko kesehatan.
Percikan air dari cucian ayam dapat mengenai wadah tempat mencuci, meja, atau peralatan dapur, lalu menyebarkan bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter.
Ayam mentah seharusnya tidak perlu dicuci sebelum dimasak, yang terpenting adalah memastikan daging dimasak hingga matang sempurna. Karena suhu panas saat memasak akan membunuh bakteri.
Salah menggunakan talenan
Memotong daging di talenan kemudian lanjut memotong sayur tanpa mencuci ulang. Kebiasaan ini akan memicu terjadinya kontaminasi silang. Bakteri dari daging mentah dengan mudah akan berpindah ke sayuran yang segar.
Cara mencegahnya dengan membiasakan untuk mencuci ulang talenan atau dengan memisahkan talenan, satu khusus untuk daging hewan atau ikan, dan satu lagi untuk sayuran dan bahan yang siap dipakai.
Setelah selesai digunakan, segera cuci talenan dengan air panas dan sabun, lalu biarkan kering dengan udara.
Langkah sederhana ini dapat menghilangkan risiko penyebaran bakteri dan menjaga keamanan makanan.
Mencairkan makanan beku dengan cara yang salah
Banyak orang yang masih membiarkan daging atau ikan beku mencair di suhu ruang. Padahal, cara ini dapat membuat makanan berada terlalu lama di “zona bahaya” dalam suhu 5-57 derajat Celcius, suhu bakteri dapat tumbuh dengan sangat mudah dan cepat.
Cara aman untuk mencairkan makanan yang beku dengan, menyimpannya di kulkas, merendam dalam air dingin (bukan panas), menggunakan microwave, memasak langsung tanpa dicairkan terlebih dahulu.
Membiarkan kulkas penuh
Kulkas sering dianggap sebagai tempat paling aman untuk menyimpan makanan. Namun, ketika terlalu penuh, sirkulasi udara dingin di dalamnya tidak lagi bekerja dengan baik.
Sehingga menyebabkan bahan makanan bisa lebih cepat rusak tanpa disadari, meski sudah tersimpan dengan rapi.
Mencegah terjadinya kontaminasi kuman, dengan mengatur isi kulkas dengan baik dan bijak. Pisahkan makanan berdasarkan jenisnya, simpan daging mentah di bagian bawah dengan pembungkus rapat agar cairannya tidak menetes ke bahan lain, dan jangan lupa rutin memeriksa suhu kulkas.
Suhu ideal sekitar 4 derajat celcius akan membantu menjaga kesegaran makann lebih lama dan mengurangi resiko pertumbuhan bakteri.
Menyimpan sisa makanan terlalu lama.
Sisa makanan sering kali terasa sayang untuk dibuang. Namun menyimpannya terlalu lama justru bisa berbahaya.
Makanan berbahan daging atau produk susu hanya aman berada di kulkas maksimal 24 jam. Jika masih ingin dikonsumsi, pastikan untuk memanaskannya kembali hingga benar-benar panas. Namun, jika sudah melewati batas waktu, pilihat terbaik adalah membuangnya atau mengolahnya kembali menjadi masakan baru.
Pada akhirnya, dapur yang bersih dan kebiasaan memasak yang tepat adalah benteng utama untuk mencegah keracunan makanan. Mulai dari mencuci tangan yang benar, menyimpan bahan sesuai aturan, hingga memastikan makanan matang sempurna.
Semua langkah kecil ini berperan besar dalam menjaga kesehatan keluarga. (Ella-UINSA, berkolaborasi dalam tulisan ini)




