SURABAYA (Lentera) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menghadirkan terobosan baru dalam pelaksanaan Wisuda ke-118. Untuk pertama kalinya, para wisudawan menerima ijazah secara langsung sesaat setelah prosesi wisuda berakhir sehingga tanpa menunggu.
Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, menyebut momentum ini sebagai langkah penting dalam peningkatan pelayanan kepada sivitas akademika, khususnya para alumni. Begitu rangkaian acara selesai, ijazah langsung diserahkan tanpa harus menunggu waktu tambahan seperti periode-periode sebelumnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan inisiatif Wakil Rektor I bersama tim sebagai bentuk komitmen mempercepat dan mempermudah layanan administrasi akademik.
Dengan sistem yang lebih efisien, para lulusan dapat segera menggunakan ijazahnya untuk keperluan melamar pekerjaan maupun melanjutkan studi. “Harapannya, berbagai perubahan dan inovasi yang dilakukan pimpinan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa,” kata Nurhasan, Rabu (11/2/2026).
Selain inovasi dalam layanan wisuda, Unesa juga terus mendorong mahasiswa berprestasi melalui program Kampus Terjun. Dalam program ini, mahasiswa terbaik dari masing-masing fakultas mendapatkan penghargaan. Reward juga diberikan kepada lulusan yang mampu menyelesaikan studi lebih cepat, yakni jenjang S1 dan S2 dalam empat semester, serta S2 dan S3 dalam enam semester.
Khusus untuk lulusan doktor (S3), Unesa memberikan apresiasi berupa dana sebesar Rp25 juta. Insentif tersebut diharapkan dapat memotivasi lulusan untuk terus berkarya serta berkontribusi membuka lapangan pekerjaan di tengah tantangan era ketidakpastian.
"Dengan trobosan ini, kami berkomitmen untuk tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga menyiapkan alumni yang adaptif dan siap bersaing di dunia kerja," tutupnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi





