SURABAYA (Lentera) — Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Gus Atho menggelar reses masa persidangan II di Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Selain menyerap aspirasi warga, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pasar murah menjelang Ramadan.
“Kehadiran kita di pasar murah ini agar masyarakat di Jombang dan Mojokerto bisa merasakan manfaatnya, terutama menjelang bulan puasa. Ini bentuk kehadiran dan kepedulian anggota fraksi kepada masyarakat,” ungkap Gus Atho, Kamis (12/02/2026).
Dalam dialog reses, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengeluhkan proses perizinan yang dinilai masih rumit. Mereka berharap ada kemudahan administrasi serta pelatihan pemberdayaan ekonomi.
“Harapannya ada fasilitas untuk pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan. Tadi ada UMKM kecil terkait jilbab yang menginisiasi usahanya, tapi mereka butuh proses perizinan yang dipermudah. Kebanyakan ibu-ibu menginginkan akses perizinan UMKM ini dipercepat,” tegas Gus Atho.
Selain itu, warga juga menyoroti kesejahteraan guru TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin), termasuk usulan kenaikan insentif tahun depan. Gus Atho berjanji akan mengawal skema bantuan tersebut agar akses administrasinya lebih sederhana.
Selain itu, petani setempat menyampaikan keluhan terkait stabilitas distribusi pupuk bersubsidi dan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung hasil panen.
Lebih lanjut, Gus Atho menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dibawa ke forum DPRD Jawa Timur, untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Reses bukan sekadar seremonial, ini adalah momentum ‘belanja masalah’ agar anggaran negara kembali ke rakyat dalam bentuk manfaat yang nyata,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais




