21 February 2026

Get In Touch

Pemkot Malang Usulkan 2 Kawasan ke Bank Dunia, PKL hingga Skywalk Masuk Skema

Ilustrasi: Penataan kawasan terintegrasi Kayutangan Heritage diusulkan masuk bantuan Bank Dunia. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Penataan kawasan terintegrasi Kayutangan Heritage diusulkan masuk bantuan Bank Dunia. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengusulkan konsep penataan 2 kawasan terintegrasi kepada World Bank atau Bank Dunia. Dalam usulan bantuan tersebut, penataan pedagang kaki lima (PKL), penyediaan kantong parkir, hingga pembangunan skywalk menjadi bagian dari skema besar yang ditawarkan.

"Konsepnya secara keseluruhan sudah kami sampaikan kepada pihak Bank Dunia," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Sabtu (21/2/2026).

Dua kawasan yang diusulkan meliputi kawasan terintegrasi yang meliputi Kayutangan Heritage, Alun-alun Merdeka, hingga Stasiun Kotabaru. Serta kawasan Soekarno-Hatta (Soehat).

Keduanya, menurut Wahyu, dirancang memiliki karakter berbeda. Namun tetap berada dalam satu prinsip penataan kota yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Dalam skema tersebut, Pemkot Malang menekankan pentingnya pengaturan zona parkir agar tidak lagi menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan. Selain itu, penempatan PKL juga menjadi perhatian utama. Agar para pelaku usaha kecil tetap memiliki ruang yang layak.

"Supaya nanti tidak ada lagi persoalan PKL tidak ada tempat untuk berusaha," tegas Wahyu.

Tak hanya itu, dikatakannya, rencana pembangunan skywalk di kawasan Soehat turut dimasukkan dalam proposal yang diajukan ke Bank Dunia. Skywalk tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas pejalan kaki sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.

Meski sama-sama akan menerapkan konsep skywalk, Wahyu menjelaskan karakter masing-masing kawasan akan dibedakan. Soehat dirancang sebagai kawasan dengan nuansa kekinian, sementara Kayutangan Heritage Terintegrasi tetap mengusung konsep kolonial yang selama ini menjadi identitasnya.

Dalam diskusi awal, Wahyu mengatakan pihak Bank Dunia menunjukkan ketertarikan terhadap gagasan tersebut. Salah satu poin yang dinilai menarik adalah perubahan pendekatan ikon wisata, yang tidak lagi terpusat pada satu titik, melainkan menyebar dalam sistem kawasan yang lebih luas.

Namun demikian, hingga saat ini Wahyu belum mengetahui secara pasti besaran anggaran yang berpotensi dikucurkan. Proposal masih dalam tahap pengajuan dan pembahasan lanjutan. "Kalau saya inginnya sebanyak-banyaknya," katanya.

Pemkot berharap, jika proposal tersebut mendapat persetujuan, dukungan Bank Dunia dapat mempercepat realisasi penataan kawasan. Termasuk penyediaan infrastruktur pendukung terlebih menyambut Kota Malang yang telah masuk dalam usulan Kota Metropolitan Baru dari Kementerian PU RI. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.