06 March 2026

Get In Touch

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Dukung Pengembalian Tranportasi Purabaya–Kenpark

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan (Amanah/Lentera)
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) -Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menilai baik upaya Pemkot Surabaya mengembalikan rute transportasi umum Purabaya–Kenpark melalui jalur tol mulai 23 Februari 2026.

Kebijakan ini dinilai mampu memangkas waktu tempuh hingga sekitar 50 menit sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas warga yang setiap hari mengandalkan konektivitas dari Terminal Purabaya menuju kawasan Kenjeran Park.

Langkah ini sebagai kebijakan yang responsif terhadap aspirasi masyarakat. Sebelumnya, sejak awal 2026, rute ini tidak lagi melintasi jalan tol dan mengalami perubahan layanan dari bus menjadi feeder Wira-Wiri “FD12”.

“Dengan kembali masuk tol, ada efisiensi waktu tempuh yang signifikan. Ini sangat membantu pekerja, pelajar, dan warga yang bergantung pada akses cepat antara Kenjeran Park dan Purabaya,” kata Eri, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, DPRD sebelumnya telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya melakukan kajian atas efektivitas rute tanpa tol. DPRD juga mendorong agar alokasi anggaran diatur sehingga layanan bisa kembali melintasi jalan tol.

Ia menilai, penggunaan jalur tol tidak hanya berdampak pada efisiensi waktu, tetapi juga berpotensi mengurangi kepadatan di jalur arteri yang kerap macet saat jam sibuk. “Efisiensi waktu sangat krusial karena berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Eri memberikan sejumlah catatan. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi jadwal dan frekuensi layanan (headway) agar manfaat pemangkasan waktu tempuh benar-benar dirasakan masyarakat.

“Percuma memangkas waktu tempuh jika jarak antar-armada masih terlalu lama atau tidak menentu. Evaluasi berkala dan transparansi informasi ke publik menjadi kunci,” ujarnya.

Eri juga mendorong agar ke depan rute Kenpark–Purabaya tidak lagi menggunakan konsep feeder Wira-Wiri dengan armada kecil. Mengingat volume penumpang tergolong tinggi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, serta adanya integrasi dengan rute lain, ia menilai perlu kajian untuk mengubah layanan menjadi berbasis bus.

“Penggunaan bus berukuran sedang lebih rasional dari sisi kapasitas, efisiensi operasional, dan kenyamanan. Daya angkut yang lebih besar juga bisa mengurangi potensi penumpukan penumpang,” jelasnya.

Menurut Eri, jika tetap mempertahankan pola feeder, risiko yang muncul adalah kelebihan kapasitas, ketidaknyamanan, hingga ketidakefisienan jumlah armada. Transformasi kembali ke layanan berbasis bus dinilai akan mempertegas posisi rute ini sebagai salah satu koridor utama, bukan sekadar pengumpan.

Sebagai informasi, rute Kenpark–Purabaya melalui tol dari Terminal Purabaya menuju Tol Juanda dan keluar di Tambak Sumur, kemudian melintasi sejumlah halte seperti UINSA 2A, Gunung Anyar Timur, Rungkut Madya, Pandugo, SKG MERR, Semolowaru, ITATS, SMPN 19, RS Haji, Kertajaya Indah, Bundaran ITS, Manyar Kerta Adi, Galaxy, UNAIR, Mulyorejo, Kalijudan, Kenjeran, hingga Kenjeran Park.

Dengan kembali masuk tol, sejumlah halte seperti Dukuh Menanggal, Kertomenanggal, Siwalankerto, dan Jemur Ngawinan tidak lagi dilayani rute Wira-Wiri “FD12”. Halte-halte tersebut saat ini tetap terlayani oleh rute trunk Suroboyo Bus.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.