27 February 2026

Get In Touch

AI Catat Sejarah Baru, Pecahkan Soal Matematika Tingkat Tinggi

AI Catat Sejarah Baru, Pecahkan Soal Matematika Tingkat Tinggi

SURABAYA ( LENTERA ) - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) kembali mencatatkan sejarah baru tahun ini. Untuk pertama kalinya, teknologi AI dilaporkan mampu membantu memecahkan soal matematika tingkat tinggi yang selama puluhan tahun menjadi tantangan besar bagi para ilmuwan. 

Kemampuan tersebut ditunjukkan oleh model kecerdasan buatan terbaru milik OpenAI, GPT-5.2. AI ini disebut berhasil menyelesaikan salah satu persoalan dalam daftar Erdos, sekumpulan masalah matematika yang terkenal sangat sulit dan telah lama menjadi bahan kajian para matematikawan dunia. 
Eksperimen ini bermula dari uji coba yang dilakukan Neel Somani, seorang insiyur perangkat lunak. Ia mencoba menguji sejauh mana kemampuan matematika model AI tersebut dengan memberikan soal yang tergolong kompleks dan terbuka. Setelah membiarkan AI melakukan proses penalaran selama sekitar 15 menit, Somani dikjutkan oleh hasil yang diberikan. Model AI itu mampu menghasilkan solusi yang koheren dan masuk akal untuk persoalan yang selama ini sulit dipecahkan. 

Hasil pemecahan masalah tersebut kemudian divalidasi pleh Terence Tao, matematikawan senior dan peraih Fields Medal, yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia matematika modern. Validasi ini menjadi point penting yang memperkuat klaim bahwa hasil kerja AI tersebut tidak sekadar spekulatif, tetapi memiliki dasar matematis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Somani menilai bahwa pencapaian ini menunjukkan lompatan besar dalam kemampuan AI. Ia menyebut model yang digunakannya sudah berada pada tingkat yang sangat maju. Perkembangan serupa juga dicatat oleh Terence Tao melalui laman GitHub miliknya. Ia mengamati bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Ai semakin menunjukkan kemajuan signifikan dalan menyelesaikan persoalam-persoalan matematika yang sebelunya dianggap terlalu kompleks untuk ditangani AI. 

Meski demikia, keberhasilan ini tidak sepenuhnya berdiri di atas kemampuan penalaran bahasa alami GPT-5,2. Dalam eksperimen tersebut, Somani juga memberikan dukungan alat bantu formalisasi matematika yang berfungsi untuk memverifikasi langkahlangkah perhitungan serta memastikan bahwa hasil akhir yang diberikan AU benar secara logis dan matematis. Dengan kata lain, AI tidak bekerja sendirian, tetapi dikombinasikan dengan sistem verifikasi normal. (Nabilla – Mahadisea UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.