26 February 2026

Get In Touch

Kacaunya Impor Pikap dari India (Koran Rabu, 25 Februari 2026)

RENCANA impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk menopang program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memantik kegaduhan hingga menyingkap fakta-fakta kekacauan kebijakan. Perbedaan sikap antarlembaga kian terbuka. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan proses impor untuk sementara ditunda. Keputusan final menunggu kepulangan Presiden Prabowo Subianto dari lawatan luar negeri. Sinyal serupa sebelumnya datang dari parlemen. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad telah meminta pemerintah menahan rencana tersebut. Namun di lapangan, proses pengiriman tetap berjalan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertindak sebagai pengimpor, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), menyatakan tidak pernah menerima keputusan resmi mengenai penundaan. Direktur Utama perusahaan itu, Joao Angelo De Sousa Mota, mengakui pengapalan unit terus berlangsung. Sekitar 200 unit pikap produksi Mahindra & Mahindra bahkan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Pekan depan dijadwalkan datang tambahan 400 unit. Hingga akhir bulan, total 1.000 unit ditargetkan masuk. Joao menyebut keputusan membeli dari produsen luar negeri diambil dalam kondisi terpaksa. Ia beralasan produsen lokal tidak mencapai kesepakatan terkait skema pembelian massal (borongan), bukan satuan. Selain itu, Agrinas telah menyetor uang muka sebesar 30 persen dari nilai kontrak. Nilai down payment (DP) tersebut mencapai Rp 7,39 triliun dari total transaksi Rp 24,66 triliun. Kebijakan impor ini memantik tanda tanya di kalangan pelaku industri hingga kelompok buruh. Keberpihakan terhadap produk nasional hingga peningkatan lapangan pekerjaan bak janji tanpa bukti. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/25022026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.