MALANG (Lentera) -Imunisasi massal campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kota Malang telah menembus angka 95,06 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan angka tersebut telah memenuhi ambang batas kekebalan kelompok atau herd immunity.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan capaian tersebut diperoleh setelah dilakukan berbagai strategi percepatan, termasuk melalui jemput bola bagi sasaran yang belum hadir saat penjadwalan imunisasi. "Capaiannya sudah 95,06 persen," ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Husnul menjelaskan, secara epidemiologis, herd immunity campak dapat terbentuk apabila minimal 95 persen sasaran telah tervaksinasi. Dengan tercapainya angka tersebut, risiko penularan campak, termasuk dari luar wilayah, dapat ditekan karena telah terbentuk perlindungan kelompok.
"Kalau sudah mencapai 95 persen, maka risiko penularan campak dari luar wilayah bisa ditekan. Karena sudah terbentuk perlindungan kelompok itu," jelasnya.
Husnul menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari peran aktif jajaran puskesmas. Yang melakukan kunjungan rumah kepada anak-anak yang tidak hadir saat pelaksanaan ORI di sekolah maupun fasilitas kesehatan.
Menurutnya, ketidakhadiran sebagian anak bukan disebabkan penolakan dari orang tua. Faktor utamanya lebih kepada kekhawatiran anak setelah menerima informasi dari teman sebaya terkait rasa sakit saat disuntik.
"Bukan karena orang tua menolak imunisasi. Tetapi karena mendapatkan info dari teman-temannya kalau jangan masuk sekolah nanti disuntik, sakit," terangnya.
Husnul menegaskan ORI campak menyasar anak usia 9 bulan hingga 13 tahun tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Anak yang telah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), menurutnya tetap diwajibkan mengikuti ORI. Karena program ini merupakan bagian dari respons terhadap kejadian wabah.
Di tengah pelaksanaan ORI yang masih berlangsung hingga 28 Februari mendatang, Dinkes juga memastikan tidak ada temuan kasus campak baru. Kondisi ini dinilai sebagai indikator positif dari efektivitas pelaksanaan imunisasi massal.
Lebih lanjut, Husnul menjelaskan pelaksanaan ORI pada awal 2026 ini merupakan tindak lanjut atas temuan kasus pada 2025. Tercatat sekitar 300 kasus suspek campak tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.
"Setelah pemeriksaan lanjutan, hingga Desember 2025 terkonfirmasi 17 kasus campak di tiga kecamatan," kata Husnul.
Rinciannya, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 10 kasus, Kecamatan Sukun 3 kasus, dan Kecamatan Lowokwaru 4 kasus. Berdasarkan temuan tersebut, Dinkes Kota Malang menerima Surat Edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk menindaklanjuti melalui pelaksanaan ORI di wilayah dengan temuan kasus.
Fokus pelaksanaan ORI dipusatkan di 2 kecamatan dengan temuan kasus tertinggi dengan herd immunity rendah, yakni Kedungkandang dan Sukun. Total sasaran di dua wilayah tersebut mencapai sekitar 32 ribu anak.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH






