05 March 2026

Get In Touch

Sebelum Diluncurkan, DPRD Minta Sosialisasi dan Uji Coba Voucher Parkir Suroboyo Dimatangkan

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto. (Amanah/Lentera)
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto mengingatkan, sebelum "Voucher Parkir Suroboyo diluncurkan agar disosialisasikan dan diujicoba terlelbih dahulu.

Program yang segera diluncurkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi sistem pembayaran parkir dari tunai ke non tunai.

“Inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka peralihan menggunakan pembayaran secara online atau non tunai,” ujar Achmad, Senin (2/3/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan agar implementasi program benar-benar memperhatikan aspek kemudahan, baik bagi petugas di lapangan maupun masyarakat sebagai pengguna layanan parkir. 

Menurutnya, kesiapan teknis harus menjadi perhatian utama sebelum program dijalankan secara menyeluruh.

Sekretaris Fraksi Golkar ini menekankan pentingnya kesiapan petugas dalam menyediakan voucher serta fasilitas isi ulang non tunai. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi di lapangan ketika masyarakat tidak membawa uang tunai maupun kehabisan saldo pembayaran digital.

“Petugas harus selalu siap terkait voucher dan juga isi ulang non tunai jika ada kasus di lapangan ketika masyarakat tidak membawa atau kehabisan saldo,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar Pemkot Surabaya menetapkan wilayah uji coba sebelum penerapan secara penuh di seluruh titik parkir. Menurutnya, tahap uji coba penting untuk memitigasi dan meminimalkan potensi kesalahan yang dapat menghambat pelaksanaan pembayaran parkir non tunai.

Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang matang, Achmad berharap program parkir non tunai ini dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak positif bagi tata kelola perparkiran di Kota Surabaya.

“Harapannya, manajemen parkir di Kota Surabaya menjadi lebih baik dan selanjutnya dapat memberikan kontribusi positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena dapat menekan potensi kebocoran pendapatan dari parkir tepi jalan umum,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.