TUBAN (Lentera) – Antusiasme masyarakat Tuban terhadap pasar murah yang diselenggarakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di depan Stasiun Lama Tuban, Kabupaten Tuban, Kamis (5/3/2026), cukup tinggi. Terbukti, ratusan masyarakat sudah berdesakkan memenuhi lokasi pasar murah tersebut.
Meski pasar murah tersebut baru dibuka sekitar pukul 13.00 WIB, namun masyarakat sudah memadati lokasi beberapa jam sebelumnya. Darmiyah, warga jalan barat Stasiun Barat Doromukti mengaku sudah datang ke lokasi tersebut sejak pukul 11.30 WIB. Demikian juga dengan warga lainnya seperti Darminto yang juga sudah mengantre satu jam sebelum pasar murah dibuka.
Darmiyah mengaku sangat senang adanya pasar murah yang digelar Gubernur Khofifah ini. Sebab pasar murah tersebut menjual berbagai komoditi bahan pokok dengan harga lebih terjangkau hadir di lingkungan rumahnya.
“Saya datang antri sejak jam 12.30 tadi, alhamdulillah senang sekali bisa dapat beras SPHP dari Ibu Khofifah nanti dimasak untuk sahur dan berbuka. Saya senang Bisa belanja kebutuhan pokok dengan harga murah,” katanya.
Kedatangan Gubernur Khofifah di lokasi pasar murah ini langsung mendapat sambutan masyarakat. Beberapa diantara mereka berebut untuk bersalaman dan ada juga yang mengajak berfoto.
Didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Gubernur Khofifah menyampaikan, pasar murah sengaja dihadirkan dalam rangka Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Jawa Timur. Terlebih lagi, semakin mendekati hari raya Idulftri, sehingga kemungkinan besar akan terjadi kenaikan permintaan bahan pangan yang bisa memicu inflasi dan kenaikan harga.
Gubernur Khofifah mengartakan pasar murah di Kabupaten Tuban sengaja digelar di permukiman dekat Stasiun Lama Tuban dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional supaya bisa menjangkau masyarakat secara langsung. “Pasar murah hari ini diselenggarakan didekat stasiun lama Tuban, dekat permukiman supaya bisa dijangkau masyarakat sekitar. Saya selalu ingatkan supaya pasar murah hadir dekat dipermukiman dan jauh dari pasar tradisional. Disini masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga murah dibanding pasar tradisional,” kata Gubernur Khofifah.
“Pasar murah juga bukan hanya soal harga terjangkau, tapi upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang khususnya di Bulan Ramadan ini,” imbuhnya.
Tak hanya memastikan menjaga harga, Gubernur Khofifah juga menyebut, ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Idulfitri dalam kondisi aman. Untuk itu, dirinya terus menyampaikan pada masyarakat untuk tidak khawatir terkait ketersediaan barang. “Hari-hari seperti ini mendekati Idulfitri pasti ada kenaikan pemenuhan kebutuhan logistik rumah tangga,” tambahnya.
“Kita ingin masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan barang. Pengendalian inflasi perlu kita lakukan, stabilisasi perlu kita lakukan salah satu caranya dengan memberikan keterjangkauan harga dan keterjangkauan untuk bisa mendekatkan pada para konsumen,” lanjutnya.
Adapun berbagai komoditas strategis yang dijual tetap difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat diantaranya beras premium dijual Rp14.000 per kg, beras medium Rp11.000 per kg, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kg.
Kemudian dilanjutkan komoditi gula pasir Rp14.000 per kg, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.
Di akhir, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lansia. Kemudian dirinya juga berkesempatan membagikan telur kepada Ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai ikhtiar pemenuhan gizi keluarga.
Ia juga memborong berbagai jenis produk yang dijual mulai makanan hingga minuman sebagai bentuk support terhadap UMKM dan ekonomi lokal. (*)
Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi






