SURABAYA (Lentera)– Bagi sebagian orang, menyelesaikan studi Magister di usia muda mungkin terasa sulit dibayangkan. Namun bagi Wirawan Sunyoto, hal itu justru menjadi tantangan yang berhasil ia taklukkan.
Di usia 23 tahun, ia resmi meraih gelar Magister Teknik Sipil Universitas Kristen (UK) Petra dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hampir sempurna, yakni 3,96.
Prestasi tersebut bukan sekadar angka di transkrip akademik. Wirawan menjadi contoh bagaimana ketekunan, keberanian mengambil peluang, serta manajemen waktu yang baik dapat membawa mahasiswa melangkah lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas.
Perjalanan akselerasi studinya dimulai ketika ia memutuskan mengikuti program fast track. Keputusan itu diambil setelah ia kembali dari Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di Nanyang Technological University, Singapura, saat masih berada di semester lima.
Sepulang dari program pertukaran tersebut, Wirawan menyadari jumlah mata kuliah yang tersisa tidak banyak. Namun, aturan kurikulum membuatnya tetap harus menempuh masa studi hingga delapan semester jika mengikuti jalur reguler. Alih-alih menunggu, ia memilih memanfaatkan waktu dengan mengambil program fast track.
“Daripada membiarkan waktu terbuang di sisa semester, saya memutuskan langsung mengambil fast track. Saya pikir, kalau sudah bekerja dan mengenal uang, semangat untuk lanjut studi biasanya akan menurun. Jadi, mumpung masih dalam ritme belajar, saya gas terus,” ujar Wirawan, Minggu (8/3/2026).
Keputusan itu terbukti tepat. Selain mampu menyelesaikan studi Magister di usia muda, kualitas risetnya juga mendapat pengakuan. Tesis Magister yang ia kerjakan tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga berhasil meraih Juara 2 Publikasi Paper.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Wirawan tidak hanya fokus pada kecepatan menyelesaikan studi, tetapi juga menjaga kualitas penelitian yang dihasilkan.
Pengalaman akademik, paparan internasional, serta dedikasi dalam riset menjadi bekal penting bagi Wirawan untuk menatap masa depan. Ia bercita-cita berkarier sebagai structural engineer yang merancang bangunan gedung tinggi.
Tak lupa, ia berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mengejar pendidikan setinggi mungkin. “Terus semangat dan jangan takut mengejar pendidikan setinggi mungkin,” pesannya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH






