09 March 2026

Get In Touch

Armada Bus Mudik Gratis di Kota Malang Ditambah Sembilan Unit dengan Kuota 344 Penumpang

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Jumlah armada bus pada program mudik gratis Lebaran 2026 di Kota Malang bertambah menjadi 9 unit, dengan kuota mencapai sekitar 344 penumpang.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan penambahan armada tersebut dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa biaya transportasi.

"Update unit bus mudik gratis sampai sekarang ada sembilan unit," ujar Widjaja, Senin (9/3/2026).

Dari total armada tersebut, 8 unit bus memiliki kapasitas masing-masing 40 kursi. Sementara satu unit lainnya memiliki kapasitas 24 kursi. Dengan total kuota pemudik yang dapat dilayani mencapai sekitar 344 orang.

Pria yang akrab dengan sapaan Jaya, ini menuturkan program mudik gratis ini akan melayani sejumlah rute tujuan di wilayah Jawa Timur. Beberapa di antaranya menuju wilayah Madura, Pantura, hingga kawasan tapal kuda.

Dirincinya, rute yang disiapkan antara lain Malang-Bangkalan, Malang-Bojonegoro, Malang-Ngawi, serta Malang-Jember-Banyuwangi. Selain itu, terdapat pula rute Malang-Ponorogo, Malang-Tuban, Malang-Sampang, dan Malang-Situbondo-Banyuwangi.

"Yang ke Banyuwangi ada dua rute, ada yang lewat Jember dan ada yang lewat Situbondo," ungkapnya.

Adapun pendaftaran program mudik gratis tersebut mulai dibuka, pada Senin (9/3/2026) ini. Menurutnya, masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri secara langsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka Kota Malang.

Jaya menyebutkan, pendaftaran akan tetap dibuka selama kuota masih tersedia. Namun, apabila seluruh kursi sudah terisi dalam waktu satu hari ini, pendaftaran akan segera ditutup.

"Kami lihat dulu. Kalau satu hari sudah terpenuhi, kami tutup," katanya.

Sementara itu, keberangkatan peserta mudik gratis dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2026.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Dishub  menjelaskan penyelenggaraan program mudik gratis tahun ini tidak sepenuhnya dibiayai melalui APBD. Jaya menyebutkan pembiayaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk perusahaan otobus dan lembaga perbankan, dan perguruan tinggi. 

Ditegaskannya, dukungan dari pihak swasta tersebut tidak berada dalam skema corporate social responsibility (CSR). Bantuan yang diberikan merupakan dukungan langsung atas permintaan pemerintah daerah, untuk mendukung kelancaran program mudik gratis bagi masyarakat.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.