Jelang Mudik Lebaran, Dinkes Jatim Periksa Kualitas Udara dan Sanitasi Terminal–Stasiun Madiun
MADIUN (Lentera) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur melakukan pemeriksaan kualitas udara dan sanitasi di Terminal Madiun dan Stasiun Madiun, sebagai langkah antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri, pada Selasa (10/3/2026).
Pengecekan meliputi kualitas udara, sirkulasi ventilasi, kondisi toilet, hingga kesiapan layanan kesehatan di area terminal dan stasiun. Langkah ini bertujuan memastikan fasilitas transportasi publik tersebut tetap aman dan nyaman digunakan pemudik.
Petugas melakukan pemeriksaan menggunakan sejumlah alat ukur elektronik. Di antaranya portable air quality control untuk mengukur tingkat polusi udara, anemometer untuk mengetahui sirkulasi udara, serta sound level meter untuk mengukur tingkat kebisingan.
Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawaty mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kualitas udara di Terminal Madiun dan Stasiun Madiun masih berada dalam batas aman.
“Untuk hasil cepatnya masih memenuhi. Kondisi di Terminal Madiun juga tidak terlalu banyak bus, ventilasi udara cukup terjaga sehingga masih berada di bawah ambang batas yang ditoleransi,” ujar Yenni usai pemeriksaan di Terminal Madiun.
Selain memeriksa kualitas udara dan sanitasi lingkungan, petugas juga mengambil sejumlah sampel untuk diuji lebih lanjut di laboratorium. Sampel tersebut meliputi air minum gratis yang tersedia di Stasiun Madiun serta beberapa makanan dari pedagang di Terminal Madiun.
Seluruh sampel akan diperiksa di laboratorium milik Dinkes Provinsi Jawa Timur, untuk memastikan keamanan konsumsi bagi masyarakat.
Dinkes Jatim berharap, hasil pemeriksaan ini dapat memastikan fasilitas transportasi publik di Madiun siap menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran, sehingga para pemudik dapat bepergian dengan aman dan sehat.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais





