JEMBER (Lentera) - Kasus dugaan penyimpangan bahan bakar minyak solar bersubsidi yang dilayani oleh SPBU di Tegalbesar Kecamatan Kaliwates pada satu unit truk, berbuntut panjang. Bupati Jember, Gus Fawait mengecam keras adanya dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Jember.
Hal ini menanggapi temuan penyalahgunaan jatah subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil, yang terjadi belum lama ini. Bupati Jember, Gus Fawait menyatakan keprihatinannya atas praktik curang yang merugikan produktivitas warga lokal tersebut. Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat hak-hak rakyat dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Sebelumny SPBU Tegalbesar pada malam dini hari melayani truk dengan mengangkut tandon besar berkapasitas sekitar 4 ribu liter yang digerebek oleh David, anggota DPRD Jember bersama timnya.
Truk tersebut melarikan diri hingga sejauh lebih 30 kilometer, ke arah Kecamatan Ambulu. Aksi kejar-kejaran mobil truk nyaris membuat kendaraan David celaka.
Sebagai langkah konkret, Gus Fawait telah memerintahkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk memperketat pengawasan di lapangan.
"Kami akan lebih memperketat lagi proses pengeluaran rekomendasi (rekom) untuk BBM subsidi. Pengawasan akan diperkuat mulai hulu hingga ke tangan penerima manfaat," tegas Gus Fawait , Minggu (15/3/2026).
Gus Fawait berharap, tindakan tegas dan sistem pengawasan yang baru ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyelewengan. "Mudah-mudahan ini menjadi peringatan keras bagi oknum-oknum yang memiliki niat tidak baik untuk mempermainkan subsidi rakyat," tambahnya.
Selain fokus pada penindakan mafia subsidi, Gus Fawait juga mendorong budaya efisiensi di internal Pemerintah Kabupaten Jember. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mengelola anggaran subsidi secara nasional.
Salah satu aksi nyata yang mulai diterapkan adalah penggunaan kendaraan secara kolektif untuk kegiatan dinas guna mengurangi beban operasional dan konsumsi BBM.
Sementara Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Hariyadi saat sidak, meminta SPBU Tegalbesar tersebut ditutup. Menurutnya, ribuan liter solar yang dicuri merupakan hak masyarakat kecil yang disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Bayangkan sekitar 4.000 liter diangkut truk yang kabur itu. Harusnya diperuntukkan untuk masyarakat, untuk nelayan, atau masyarakat yang memang menjadi sasaran,” kata Bambang Haryadi,, Sabtu (14/3/2026).
Bambang secara tegas meminta, PT Pertamina untuk mencabut izin operasional SPBU tersebut karena dianggap telah memfasilitasi tindak pidana pencurian BBM. Untuk menjaga ketersediaan BBM bagi warga sekitar, dia menghimbau masyarakat untuk beralih ke SPBU terdekat, yakni di jalan Basuki Rahmat.(ads)
Reporter: Moko





